Tiga Dekade IMA, Bandung Jadi Tuan Rumah Munas dan Penguatan Pemasaran Nasional
Penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) IMA di Kota Bandung pada Oktober 2026.(Dok.Istimewa)

 

INDONESIA Marketing Association (IMA) memasuki usia 30 tahun pada 2026 dengan membawa semangat memperkuat peran pemasaran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia. Momentum tiga dekade tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) IMA di Kota Bandung pada Oktober 2026.

President IMA Suparno Djasmin Jumat (16/10) menyatakan selama tiga dekade, IMA berkembang menjadi jejaring profesional pemasaran nasional yang menaungi 103 chapter dengan lebih dari 9.200 anggota di seluruh Indonesia.  IMA menjadi ruang kolaborasi bagi profesional pemasaran, wirausaha, akademisi, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

“Tidak terasa bahwa tahun ini usia IMA telah menginjak 30 tahun. Selama tiga dekade, IMA terus tumbuh menjadi jejaring profesional pemasaran nasional dengan 103 chapter dan lebih dari 9.200 anggota di seluruh Indonesia. Sampai sekarang, IMA terus menjadi ruang bertemunya profesional pemasaran, entrepreneur, akademisi, pemerintahan, dan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki satu semangat bersama, yaitu Marketing for a Better Indonesia,” jelasnya.

Menurut Suparno, pemasaran tidak sebatas aktivitas mempromosikan produk atau jasa, tetapi juga berkaitan dengan penciptaan nilai, pembukaan peluang usaha, penguatan daya saing, serta mendorong pertumbuhan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Memasuki usia tiga dekade, IMA ingin menjadikan perjalanan tersebut sebagai pijakan untuk memperluas kontribusi melalui penguatan kapabilitas pemasaran, pengembangan pasar, dan pemanfaatan teknologi.

“Dengan tema A Marketing Legacy for a Better Indonesia Thirty Years of Leadership, A New Era of Impact, diharapkan momentum ini bisa mewujudkan Indonesia yang lebih baik dengan memperkuat kapabilitas dalam bidang pemasaran, pengembangan pasar, dan juga teknologi,” tuturnya.

Suparno menambahkan, IMA ingin memperluas dampak melalui kolaborasi yang mampu menghubungkan pengetahuan, jejaring, dan berbagai peluang pertumbuhan bagi pelaku usaha di Indonesia. Inilah bentuk impact yang ingin terus IMA perluas, menghubungkan pengetahuan, jejaring, dan kolaborasi menjadi peluang pertumbuhan bagi lebih banyak pelaku usaha Indonesia.

Dorong UMKM dan Kepedulian Lingkungan

“Selain Munas, rangkaian kegiatan peringatan 30 tahun IMA di Bandung juga mencakup sejumlah agenda yang menggabungkan penguatan kapasitas pemasaran, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kepedulian terhadap lingkungan. IMA akan menyumbangkan 100 bibit pohon Tabebuya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung,” terangnya.

Kegiatan tersebut kata Suparno, menjadi bagian dari kelanjutan program penanaman pohon yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir, dengan jumlah akumulasi yang disebut mencapai 26.533 pohon dari berbagai jenis. Di bidang pendidikan dan pengembangan wawasan pemasaran, IMA juga akan menggelar stadium generale di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), dengan menghadirkan Hermawan Kartajaya, tokoh pemasaran dunia yang merupakan Honorary Founding Chairman IMA sekaligus Founder dan Chairman MarkPlus, Inc.

“Agenda lainnya ialah UMKM Awards 2026, yang akan memilih UMKM terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang tersebut diharapkan dapat memberikan pengakuan terhadap pelaku usaha yang mampu mengembangkan bisnis dan memperkuat daya saing melalui strategi pemasaran,” ucapnya.

IMA tambah Suparno, juga akan menyelenggarakan pameran UMKM selama tiga hari di Braga City Walk, Kota Bandung. Pameran ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, memperluas jangkauan pasar, serta membangun jejaring dengan konsumen dan mitra bisnis. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peringatan 30 tahun IMA diharapkan tidak hanya menjadi penanda perjalanan organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kontribusi pemasaran bagi pengembangan UMKM, peningkatan daya saing usaha, dan pembangunan Indonesia yang lebih baik. (E-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *