
Ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan bencana, terutama ketika fasilitas medis yang ada mengalami keterbatasan atau akses menuju lokasi terdampak terhambat. Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, sebanyak 100 unit tenda pelayanan kesehatan diserahkan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Bantuan dari PT Chandra Asri Pacific Tbk melalui Chandra Asri Group bersama Yayasan Bakti Barito (YBB) tersebut disalurkan melalui Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes. Tenda-tenda itu disiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan di lapangan saat terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.
Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI, Sumarjaya, mengatakan Indonesia memiliki risiko bencana yang menuntut kesiapsiagaan secara berkelanjutan, termasuk dalam penyediaan fasilitas pendukung layanan kesehatan.
“Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko bencana, sehingga kesiapsiagaan perlu terus diperkuat melalui berbagai upaya, termasuk memastikan ketersediaan fasilitas pendukung yang memadai. Dalam situasi darurat, dukungan fasilitas seperti tenda pelayanan kesehatan dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan layanan di lapangan,” ujar Sumarjaya dalam keterangannya, Jumat (16/10).
Dari total bantuan tersebut, sebanyak 50 unit merupakan tenda berukuran 4 x 6 meter dan 50 unit lainnya berukuran 4 x 8 meter. Fasilitas ini dapat mendukung penyediaan ruang pelayanan tambahan sesuai kebutuhan di lokasi terdampak.
Menurut Sumarjaya, ketersediaan fasilitas pendukung dapat membantu memperkuat kapasitas pemerintah dalam merespons bencana, khususnya ketika fasilitas kesehatan yang tersedia menghadapi keterbatasan.
“Kami mengapresiasi kontribusi Chandra Asri Group bersama Yayasan Bakti Barito melalui penyerahan 100 unit tenda pelayanan kesehatan ini. Kami berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan mendukung kesiapan pelayanan kesehatan dalam merespons situasi bencana,” katanya.
Kolaborasi untuk Kesiapsiagaan Kesehatan
Penyediaan tenda pelayanan kesehatan menjadi salah satu bentuk dukungan dunia usaha terhadap kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi situasi darurat. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu petugas memberikan layanan medis kepada masyarakat terdampak, termasuk di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.
Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri Group, Edi Rivai, mengatakan kesiapsiagaan menghadapi bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar dukungan kepada masyarakat dapat dilakukan secara optimal.
“Kesiapsiagaan bencana membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Bersama Yayasan Bakti Barito, Chandra Asri Group mendukung upaya Kementerian Kesehatan untuk memperkuat kesiapan pelayanan kesehatan dalam situasi darurat,” ujar Edi.
Ia berharap fasilitas yang diserahkan dapat digunakan sesuai kebutuhan di lapangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat ketika terjadi keadaan darurat.
“Kami berharap dukungan ini dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Meski ketersediaan sarana pendukung merupakan bagian dari kesiapsiagaan, efektivitas pelayanan kesehatan saat bencana juga bergantung pada kesiapan tenaga medis, ketersediaan obat dan peralatan, sistem distribusi bantuan, serta penempatan fasilitas sesuai kebutuhan wilayah terdampak. Karena itu, pemanfaatan 100 tenda tersebut akan menjadi bagian penting dari upaya memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat ketika dibutuhkan. (E-3)
