Lawan Serangan Siber Berbasis AI, Sistem Pertahanan Digital Perlu Digandakan
Ilustrasi(magnific)

SISTEM pertahanan siber dinilai perlu segera diperkuat dengan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) guna menghadapi serangan digital yang semakin canggih dan masif. Langkah ini mendesak dilakukan mengingat para pelaku kejahatan siber juga telah memanfaatkan teknologi tersebut.

“Jika kita dari sisi pertahanan tidak menggunakan AI, penyerang akan memegang keunggulan mutlak,” kata President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, dalam konferensi pers AICX 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (14/10).

Patrick menjelaskan bahwa serangan siber seperti ransomware dan phishing kini dapat dijalankan menggunakan agen AI. Hal tersebut memungkinkan proses serangan berjalan secara otomatis, sehingga dampaknya menjadi jauh lebih cepat dan luas.

“Satu peretas kini dapat menyerang ribuan perusahaan dan individu sekaligus. Jenis serangannya tetap sama menggunakan ransomware, phishing, social engineering tetapi dengan daya rusak dan kecepatan yang digandakan oleh AI,” ujar Patrick.

Menurutnya, pelaku kejahatan siber memiliki keleluasaan untuk memanfaatkan model AI dengan biaya relatif rendah, bahkan menjalankannya secara lokal di komputer mereka. Oleh karena itu, sistem pertahanan siber juga wajib memanfaatkan AI agar mampu menghadapi pola serangan serupa.

Pentingnya Edukasi dan Kesadaran Siber

Di samping memperkuat pertahanan berbasis teknologi, Patrick menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran keamanan siber di kalangan masyarakat. Hal ini dikarenakan faktor manusia masih menjadi salah satu titik rentan dalam sistem keamanan digital.

Ia mengingatkan pentingnya edukasi melalui pelatihan keamanan siber bagi para karyawan. Sementara itu, orang tua juga perlu mengenalkan pemahaman mengenai risiko keamanan siber kepada anak-anak yang telah menggunakan perangkat digital dan mengakses internet.

“Pesan literasi publik melalui media massa sangat krusial dan pelatihan adalah fondasi dari segalanya untuk memahami risiko dan konsekuensi (serangan siber),” kata Patrick. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *