
MENTERI Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa program Keluarga Berencana (KB) merupakan tanggung jawab bersama antara suami dan istri. Keterlibatan laki-laki dalam penggunaan kontrasepsi perlu ditingkatkan agar beban perencanaan keluarga tidak hanya bertumpu pada perempuan.
Wihaji menilai rendahnya partisipasi laki-laki saat ini masih dipengaruhi oleh persepsi masyarakat yang menganggap kontrasepsi sebagai urusan perempuan semata. Padahal, kedua belah pihak memiliki peran setara dalam menentukan masa depan keluarga.
“Pemerintah memberikan ruang yang sama, tidak hanya perempuan, tapi laki-laki juga dikasih ruang untuk bisa membantu, mengatur, dan mengendalikan angka kelahiran,” ujar Wihaji dalam keterangannya, Minggu (11/10).
Sebagai langkah nyata, pemerintah memperluas edukasi kontrasepsi bagi laki-laki, termasuk metode vasektomi. Edukasi ini bertujuan meluruskan mitos yang berkembang, seperti anggapan bahwa vasektomi mengganggu kejantanan atau fungsi seksual, serta menjawab keraguan dari sisi ajaran agama.
Wihaji menekankan bahwa pemerintah tidak mewajibkan vasektomi. Fokus utama adalah memberikan pemahaman yang komprehensif agar setiap pasangan dapat memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah memperkuat peran penyuluh, kader KB, serta jejaring tenaga kesehatan di berbagai daerah. Langkah ini diambil guna memastikan ketersediaan pelayanan bagi laki-laki yang memutuskan untuk mengambil peran aktif dalam program KB.
Lebih lanjut, Wihaji menyebut perencanaan keluarga sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia (SDM). Perencanaan yang matang mencakup kesiapan kesehatan reproduksi, mental, hingga stabilitas ekonomi keluarga.
“Keluarga itu kalau berencana, ini bagian dari investasi. Pendekatannya adalah kontrasepsi, mengatur angka kelahiran, sehingga nanti kesiapan mentalnya tidak masalah, kesehatan reproduksinya enggak ada masalah, dan kesehatan ekonomi isi kantongnya juga enggak masalah,” pungkasnya. (Z-10)
