KBRI Riyadh Pastikan tidak Ada WNI Jadi Korban Serangan Bandara King Khalid
Asap tebal naik di dekat Bandara Internasional King Khalid di timur laut Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (19/9/2026).(Xinhua)

KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi pascaserangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid pada Sabtu (10/10/2026). Hingga saat ini, otoritas memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut.

Berdasarkan data dari Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA) per Minggu (11/10/2026), serangan tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia. Para korban terdiri dari empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Selain korban jiwa, tercatat sebanyak 309 orang mengalami luka-luka, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan medis intensif di sejumlah rumah sakit di Riyadh.

“Sampai rilis ini dibuat, tidak ada laporan Warga Negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai kemungkinan WNI di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut,” tulis KBRI Riyadh dalam keterangan resminya, Minggu (11/10/2026).

Langkah Perlindungan WNI

KBRI Riyadh menegaskan akan terus berkomunikasi dengan otoritas setempat dan melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan status WNI yang mungkin sedang menjalani perawatan di rumah sakit sekitar Riyadh.

Akibat serangan tersebut, operasional Bandara Internasional King Khalid sempat dihentikan sementara guna pemeriksaan keamanan dan penilaian kerusakan fasilitas. KBRI mengimbau para WNI yang berencana melakukan perjalanan dari atau menuju Arab Saudi untuk segera melakukan konfirmasi status penerbangan kepada maskapai masing-masing.

Imbauan Keamanan bagi WNI di Riyadh:

  • Meningkatkan kewaspadaan dan menghindari titik kerawanan, terutama area bandara dan sekitarnya.
  • Membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial.
  • Tetap tenang dan mematuhi arahan otoritas setempat.
  • Mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh.

KBRI Riyadh menyatakan tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kepada WNI seperti biasa. Bagi WNI yang membutuhkan bantuan darurat, dapat menghubungi layanan hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990. (I-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *