Koalisi Arab Saudi Berang, Siap Balas Serangan Mematikan Houthi
Seorang anggota pasukan keamanan dari pemerintah Yaman yang diakui secara internasional berjaga di pos pemeriksaan di sebuah jalan di tengah kekhawatiran akan infiltrasi Houthi, Taiz, Yaman, (27/9/2026).(AFP)

KOALISI pimpinan Arab Saudi di Yaman pada Minggu (11/10) berjanji akan memberikan respons “tegas” terhadap serangan yang menargetkan bandara utama di ibu kota Riyadh. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 lainnya luka-luka.

Juru bicara koalisi, Turki al-Maliki, secara resmi menyalahkan kelompok Houthi di Yaman atas serangan yang terjadi pada Sabtu (10/10) di Bandara Internasional King Khalid. Menurut Al-Maliki, serangan tersebut sengaja menargetkan salah satu terminal penumpang, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dari kalangan penumpang maupun pekerja bandara.

Al-Maliki menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan kejahatan perang berdasarkan hukum humaniter internasional dan hukum kebiasaan internasional. Ia menyatakan bahwa Komando Gabungan Pasukan koalisi akan mengambil langkah balasan yang proporsional.

“Komando Gabungan Pasukan koalisi akan memberikan respons ‘tegas’ sesuai dengan hukum humaniter internasional,” ujar Al-Maliki dalam keterangannya.

Identitas Korban dan Dampak Serangan

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi merinci bahwa 12 korban tewas terdiri dari berbagai kewarganegaraan. Korban mencakup empat warga negara Arab Saudi, dua warga negara Bangladesh, serta masing-masing satu warga negara dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Selain korban jiwa, otoritas setempat mencatat 309 orang mengalami luka-luka. Sejumlah korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Serangan ini juga mengakibatkan kerusakan material yang signifikan pada fasilitas bandara. Pihak berwenang masih melakukan proses penilaian menyeluruh terhadap dampak kerusakan tersebut.

Operasional Bandara Sempat Terhenti

Akibat insiden tersebut, operasional Bandara Internasional King Khalid sempat dihentikan sementara pada hari Sabtu. Penangguhan dilakukan untuk memberikan ruang bagi petugas dalam menilai kerusakan serta memverifikasi keamanan seluruh fasilitas bandara sebelum dibuka kembali untuk publik.

Serangan mematikan ini menambah panjang daftar rangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang dilancarkan oleh kelompok Houthi terhadap bandara dan infrastruktur sipil lainnya di wilayah Arab Saudi dalam beberapa waktu terakhir. (Anadolu/Ant/I-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *