Simon Pegg Didiagnosis ADHD di Usia 56 Tahun, Ungkap Perjuangan Kesehatan Mental
Aktor Simon Pegg(AFP/Valery HACHE)

AKTOR ternama Simon Pegg, yang dikenal melalui perannya dalam film Shaun of the Dead dan waralaba Mission: Impossible, mengungkapkan bahwa dirinya baru saja didiagnosis menderita ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Pria berusia 56 tahun ini menyebut diagnosis tersebut mengonfirmasi banyak hal yang selama ini ia perjuangkan dalam hidupnya.

Dalam podcast bertajuk “I’m ADHD! No You’re Not” yang disiarkan pada Kamis (8/10), Pegg menjelaskan bahwa proses mendapatkan diagnosis ini memakan waktu cukup lama setelah adanya kecurigaan yang menumpuk. Ia mengaku memutuskan untuk mencari bantuan profesional karena sekadar ingin mengetahui kondisi dirinya yang sebenarnya.

Pegg, yang juga merupakan kreator film Hot Fuzz dan The World’s End, secara terbuka membahas bagaimana ia sebelumnya menganggap gejala-gejala tersebut sebagai “cacat karakter”. Ia juga menyinggung riwayat kesehatan mentalnya, termasuk depresi klinis dan perjuangannya mengendalikan kebiasaan minum alkohol.

“Saya merasa seolah-olah itu adalah sesuatu yang muncul di kemudian hari karena saya bukan anak yang nakal,” ujar Pegg.

Ia sempat mengira bahwa ADHD yang dialaminya dipicu oleh depresi yang ia alami sejak usia 18 tahun. Namun, setelah menjalani terapi dan pengobatan selama bertahun-tahun, ia menyadari bahwa selama ini ia mungkin hanya mengobati gejala, bukan penyebab utama dari apa yang ia rasakan.

Pegg juga mengakui adanya miskonsepsi mengenai ADHD di masa lalu.

“Saya berasumsi anak-anak ADHD adalah mereka yang kacau, sulit diatur, dan tidak memperhatikan di sekolah. Namun, ada hal lain yang saya lakukan saat kecil, seperti gelisah (fidgeting), yang membuat saya berpikir bahwa mungkin saya sudah mengidap ini lebih lama dari yang saya duga,” tambahnya.

Insiden Berkendara Menjadi Titik Balik

Salah satu pemicu utama Pegg mencari diagnosis adalah masalah konsentrasi saat berkendara. Bintang film ini sebelumnya memiliki beberapa catatan pelanggaran kecepatan (speeding). Titik baliknya terjadi saat ia menabrak tiang saat berlibur di Yunani.

Setelah kejadian itu, ia mencari informasi di internet mengenai kaitan ADHD dengan kecelakaan mobil.

“Jawabannya adalah ya, karena kurangnya fokus dan kemampuan untuk berkonsentrasi penuh. Itu adalah tetes terakhir yang memicu saya untuk berbicara dengan psikiater,” ungkapnya.

Beruntung, Pegg mendapatkan dukungan penuh dari sang istri. Menurutnya, istrinya sangat memaklumi sifat pelupa dan kurangnya konsentrasi yang ia miliki, serta memperlakukannya dengan penuh pengertian seolah diagnosis tersebut sudah diketahui sejak lama.

Tren Diagnosis ADHD di Inggris

Simon Pegg menambah daftar panjang figur publik yang didiagnosis ADHD saat dewasa, bergabung dengan nama-nama seperti Johnny Vegas, Sue Perkins, dan Ant McPartlin. Di Inggris, fenomena ini mencerminkan lonjakan permintaan penilaian ADHD yang sangat tinggi.

Berikut adalah data terkait prevalensi dan statistik ADHD berdasarkan riset terbaru:









Kategori Data Statistik / Temuan
Estimasi Penderita di Inggris (NHS) Sekitar 2,5 juta orang (termasuk yang belum terdiagnosis)
Peningkatan Diagnosis Dewasa (2000-2018) Meningkat hampir 20 kali lipat (Riset UCL)
Prevalensi Diagnosis Saat Ini (Inggris) Sekitar 1,2% dari populasi dewasa
Estimasi Prevalensi Internasional 3% hingga 5% dari populasi
Gejala Utama ADHD Kurang perhatian (inattention), hiperaktivitas, impulsivitas

Meskipun angka diagnosis meningkat tajam, penelitian dari Lancet Regional Health Europe menunjukkan bahwa ADHD kemungkinan besar masih kurang terdiagnosis (under-diagnosed), terutama pada kelompok usia yang lebih tua. Hal ini disebabkan oleh kesenjangan antara data diagnosis resmi dengan estimasi prevalensi internasional. (bbc/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *