
WARGA Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, menyatakan keresahan mendalam terkait kondisi Sungai Porong yang mengalami pendangkalan parah serta kerusakan pada struktur tanggul. Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembuangan lumpur Lapindo melalui pipa di titik 42 dan titik 25, tepatnya di sekitar kawasan Jembatan Tol HK.
Pendangkalan tersebut menyebabkan terbentuknya endapan masif di aliran sungai, yang dikhawatirkan mengancam keselamatan warga saat debit air meningkat memasuki musim hujan. Mursied, salah seorang warga Jabon, mengungkapkan bahwa pembuangan lumpur yang dilakukan secara terus-menerus telah mempercepat proses sedimentasi.
“Di dekat lokasi pembuangan terlihat jelas endapan lumpur. Ini membuat sungai semakin dangkal dari hari ke hari,” ujar Mursied pada Rabu (7/10/2026).
Ancaman Tanggul Jebol
Selain masalah sedimentasi, warga juga melaporkan adanya keretakan pada fondasi tanggul di sisi selatan sungai akibat terkikis aliran air. Mengingat posisi pemukiman warga berada tepat di bawah elevasi tanggul, struktur yang tergerus ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya longsor mendadak yang dapat memicu banjir bandang.
Imam, warga Jabon lainnya, mengingatkan kembali memori kelam bencana serupa yang pernah melanda wilayah Tambak Kalisogo pada era 1970–1980-an akibat tanggul jebol. “Kami sangat khawatir jika kondisi ini dibiarkan. Saat volume air besar, gerusan bisa semakin parah dan tanggul berisiko longsor,” tegas Imam.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan
Dampak dari sedimentasi ini tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga telah meluas ke sektor ekonomi dan lingkungan. Penurunan kualitas air serta rusaknya biota sungai mulai mengganggu produktivitas tambak bandeng dan udang hingga ke wilayah muara.
Kondisi ini memaksa sejumlah petambak untuk beralih komoditas akibat hasil panen yang terus merosot tajam. Kerusakan ekosistem sungai dinilai sudah pada tahap yang mengkhawatirkan bagi keberlangsungan mata pencaharian warga pesisir.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap otoritas terkait segera mengambil langkah konkret guna mencegah terjadinya bencana ekologis dan kemanusiaan di wilayah Jabon.
