
CHIRSTA Gail Pike, terpidana mati di Negara Bagian Tennessee, Amerika Serikat (AS) tengah menjalani pemulihan medis yang panjang setelah selamat dari dua kali suntik mati, kata pengacaranya.
“Proses pemulihannya secara medis belum pernah terjadi sebelumnya. Prognosisnya (estimasi perkembangan) masih belum diketahui, namun setidaknya kami memperkirakan masa pemulihan yang panjang,” ujar pengacaranya, Selasa (6/10), seperti dikutip oleh The Washington Post.
Ia menjelaskan bahwa kliennya Christa Pike sudah sadar. Pike kini sudah bisa berbicara, meski dirinya masih menjalani perawatan medis intensif.
Christa Pike selamat dari dua kali suntikan mati dalam prosedur eksekusi terpidana mati pada 30 September 2026. Kejadian itu akhirnya membatalkan proses eksekusi.
Otoritas Tennessee kemudian memerintahkan penangguhan eksekusi di seluruh negara bagian tersebut hingga akhir tahun.
Christa Pike divonis bersalah atas pembunuhan seorang wanita berusia 19 tahun, Colleen Slemmer, pada 1995.
Ia sedianya akan menjadi perempuan pertama yang dieksekusi sebagai terpidana mati di Tennessee dalam kurun waktu lebih dari 200 tahun. (Ant/H-4)
