
PEMBALAP Mercedes, George Russell, dipastikan akan memulai balapan GP Singapura dari posisi paling belakang pada Minggu (10/10) mendatang. Keputusan ini diambil setelah tim Mercedes terpaksa melakukan penggantian unit daya (power unit) pada mobil pembalap asal Inggris tersebut.
Penalti ini merupakan buntut dari insiden dramatis pada balapan sebelumnya di Malaysia. Russell, yang saat itu start dari posisi kedelapan, sebenarnya berpeluang besar meraih podium. Namun, kegagalan mesin yang fatal memaksanya tersingkir dari posisi ketiga saat balapan hanya menyisakan lima putaran.
Prinsipal Tim Mercedes, Toto Wolff, mengonfirmasi bahwa Russell harus menggunakan unit daya baru akhir pekan ini. Karena telah melewati batas alokasi komponen mesin yang diizinkan dalam satu musim, Russell secara otomatis dijatuhi penalti mundur ke barisan belakang grid di Singapura.
Pukulan Telak bagi Harapan Juara
Situasi ini menjadi pukulan berat bagi Russell, mengingat sirkuit jalan raya Singapura dikenal sangat sulit untuk melakukan aksi menyalip. Selain itu, kegagalan finis di balapan sebelumnya membuat rekan setimnya, Kimi Antonelli, semakin kokoh di puncak klasemen.
Antonelli, yang finis kedua di belakang Max Verstappen pada balapan terakhir, kini unggul 84 poin atas Russell. Dengan sisa enam atau tujuh balapan musim ini, tergantung pada kepastian keamanan untuk seri Qatar dan Abu Dhabi, peluang Russell untuk mengejar gelar juara dunia secara matematis hampir tertutup.
| Detail Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Pembalap | George Russell (Mercedes) |
| Jenis Penalti | Start dari belakang grid (Penggantian Unit Daya) |
| Penyebab | Kegagalan mesin di GP sebelumnya (Malaysia) |
| Selisih Poin | Tertinggal 84 poin dari Kimi Antonelli |
| Status Balapan | GP Singapura (Termasuk Sprint Race terakhir musim ini) |
Masalah Reliabilitas Mercedes
Mercedes mengaku tidak memiliki pilihan lain selain memasang mesin baru. Masalah reliabilitas di awal musim menyebabkan seluruh alokasi mesin Russell telah mencapai batas jarak tempuh atau mengalami kerusakan permanen. Ironisnya, Russell adalah pemenang GP Singapura tahun lalu, namun kini ia harus berjuang ekstra keras dari posisi buncit.
“Penalti ini sangat membuat frustrasi mengingat cara dia membalap akhir pekan lalu dan hasil yang seharusnya layak dia dapatkan,” ujar Toto Wolff. “Namun, inilah bagian dari olahraga ini. Fokus kami sekarang adalah memberikan mobil terbaik agar dia bisa merangsek maju ke depan.”
Sebagai catatan, Singapura juga akan menyelenggarakan ajang Sprint Race keenam dan terakhir musim ini pada hari Sabtu. Penalti grid Russell hanya akan berlaku untuk balapan utama pada hari Minggu, sehingga ia masih memiliki kesempatan untuk memperebutkan poin tambahan pada sesi Sprint tanpa terpengaruh penalti tersebut.
Wolff menambahkan bahwa timnya telah bekerja keras untuk memahami penurunan performa mereka dan berharap Singapura menjadi momentum untuk bangkit.
“Kami harus terus belajar dan mencetak hasil sekuat mungkin dengan kedua mobil kami,” pungkasnya. (bbc/Z-1)
