
RUSIA melontarkan kritik keras terhadap rencana pembangunan pangkalan militer permanen Amerika Serikat di Lituania. Kecaman ini muncul menyusul langkah para anggota parlemen Lituania yang mulai memajukan rencana untuk menghapus larangan penempatan senjata nuklir di negara tersebut.
Perdana Menteri Lituania, Mindaugas Sinkevičius, menyatakan pada Selasa bahwa Vilnius bersedia menanggung biaya pembangunan pangkalan baru bagi militer Amerika. Pernyataan ini menyusul komentar Presiden Donald Trump yang menyebut bahwa AS akan benar-benar mempertimbangkan kelayakan fasilitas militer permanen di negara Baltik tersebut.
Eskalasi di Perbatasan Baltik
Saat ini, sekitar 1.000 tentara AS dikirim ke Lituania secara rotasi. Meskipun Trump sempat menunda pengerahan pasukan baru musim panas ini karena tinjauan Pentagon terhadap pasukan di Eropa, pemerintah Lituania mengonfirmasi pada akhir September bahwa tentara Amerika akan kembali. Pengerahan tersebut mencakup batalion zeni dan batalion kedua yang dilengkapi dengan tank Abrams buatan AS.
Di sisi lain, parlemen Lituania memberikan suara untuk mendorong perubahan konstitusi guna menghapus larangan penempatan senjata pemusnah massal di wilayah mereka. Jika disetujui dalam pemungutan suara final pada pertengahan Januari mendatang, langkah ini membuka jalan bagi senjata nuklir milik negara lain NATO untuk ditempatkan di Lituania, yang berbatasan langsung dengan eksklave Rusia, Kaliningrad, dan sekutu Moskow, Belarus.
Reaksi Keras Kremlin
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa penumpukan kekuatan NATO di ambang pintu Rusia merupakan langkah menuju eskalasi ketegangan. “Penempatan senjata nuklir di negara tetangga tidak dapat dianggap sebagai hal lain selain ancaman,” ujar Peskov sebagaimana dilaporkan media pemerintah Rusia.
Peskov menambahkan bahwa Moskow akan terpaksa mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjamin keamanannya sendiri. Meskipun Lituania tidak memiliki senjata nuklir, kebijakan berbagi nuklir NATO memungkinkan beberapa negara Eropa untuk menampung senjata nuklir AS di bawah kendali penuh Washington.
Pertahanan Lituania dan Ancaman Perang Hibrida
Menteri Pertahanan Lituania, Robertas Kaunas, menyambut baik sinyal dari Trump sebagai bentuk apresiasi terhadap investasi keamanan negaranya. Lituania berada di jalur untuk menghabiskan 5,38 persen dari PDB mereka untuk kemampuan militer tahun ini, angka yang jauh melampaui target 2 persen yang ditetapkan NATO bagi banyak negara Eropa Barat.
Selain rencana pangkalan AS, Lituania juga bersiap menampung sekitar 5.000 personel Angkatan Darat Jerman dari Brigade Lapis Baja ke-45 yang diharapkan beroperasi penuh pada akhir tahun depan. Langkah-langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran akan serangan hibrida, termasuk pelanggaran wilayah udara oleh jet tempur dan drone Rusia serta Belarus.
Konteks Kaliningrad: Ketegangan semakin memuncak setelah Presiden Vladimir Putin mengancam akan menggunakan senjata nuklir jika NATO menyerang Kaliningrad. Wilayah terisolasi ini merupakan markas armada angkatan laut utama Rusia dan dilengkapi dengan peluncur rudal cepat, tetapi posisinya sepenuhnya dikelilingi oleh negara-negara anggota NATO.
Pemerintah Lituania menegaskan bahwa kehadiran militer AS secara permanen adalah kunci utama untuk mencegah potensi agresi Rusia. Klaimnya, warga di wilayah tersebut merasa terus-menerus terancam oleh kebijakan ekspansionis Moskow. (Newsweek/I-2)
