
MENTERI Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan pemerintah memperpanjang program bantuan pangan beras bagi 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4. Pengumuman ini disampaikan di sela kegiatan pasar murah di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (7/10).
Bantuan tersebut dialokasikan sebesar 10 kilogram per bulan untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026. Dengan demikian, setiap penerima akan mendapatkan total 30 kilogram beras yang penyalurannya direncanakan mulai berjalan pada pekan ini.
“Untuk Oktober, November, Desember masing-masing 10 kilo. Jadi 30 kilo lagi. Ibu-ibu jangan khawatir, jangan ribut soal beras. Yang desil 1 sampai desil 4 akan dapat lagi 30 kilo,” ujar Zulhas di hadapan warga Makassar.
Penyaluran Dirapel dan Persetujuan Presiden
Zulhas menegaskan bahwa keputusan perpanjangan bantuan ini telah melalui rapat koordinasi bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Keuangan juga dilaporkan telah mencairkan anggaran untuk kebutuhan tersebut.
“Mudah-mudahan minggu ini 30 kilo akan dibagi langsung desil 1, desil 2, desil 3, desil 4,” imbuhnya. Total alokasi bantuan pangan gratis secara nasional mencapai 1 juta ton. Pemerintah berharap masyarakat tidak panik menghadapi kenaikan harga beras di pasaran karena jaminan pangan bagi kelompok tidak mampu tetap tersedia.
Alokasi Wilayah Sulsel dan Sulbar
Khusus untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Perum Bulog mendapatkan penugasan menyalurkan bantuan kepada 1.130.000 penerima manfaat. Total beras yang disiapkan untuk tiga bulan ke depan mencapai 33.000 ton.
Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Karmila Hasmin Marunta, menjelaskan bahwa penyaluran alokasi periode sebelumnya (Juli-September) telah terealisasi 100 persen. Saat ini, pihaknya fokus pada persiapan penyaluran alokasi akhir tahun.
- Penerima Bantuan Pangan: 1.130.000 KPM
- Total Beras Bantuan: 33.000 Ton
- Stok Beras SPHP: 74.000 Ton
- Penugasan Jagung: 6.000 Ton (Realisasi 6.700 Ton)
Solusi untuk Masyarakat Menengah
Selain bantuan gratis, pemerintah juga menyiapkan 1 juta ton beras subsidi melalui skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk masyarakat desil 5 hingga desil 8. Beras SPHP ini dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram.
“Kalau ibu-ibu desil 1 tidak bayar, gratis. Satu lagi 1 juta ton harga beras subsidi Rp12.500. Nanti Bulog akan masukkan ke pasar-pasar tradisional dan Koperasi Desa Merah Putih agar masyarakat bisa membeli dengan harga terjangkau,” jelas Zulhas.
Di Makassar, Bulog telah menyediakan enam titik kios pangan di pasar tradisional untuk memastikan ketersediaan beras SPHP. Selain beras, pemerintah juga berupaya menekan harga telur dan ayam dengan melelang 150.000 ton stok jagung seharga Rp5.000 per kilogram guna menstabilkan harga pakan ternak.(H-2)
