Dari Jakarta, Semangat Kemanusiaan untuk Palestina Kembali Disuarakan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KEPEDULIAN terhadap masyarakat Palestina kembali disuarakan melalui Voice for Palestine: One Hope, One Voice, One Future yang digelar di Usmar Ismail Hall, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Mengusung semangat solidaritas kemanusiaan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali mengingat kondisi warga Palestina sekaligus menjaga kepedulian terhadap berbagai kebutuhan kemanusiaan yang masih dihadapi.

Direktur Laju Peduli Rizqi Dwi Putra mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang sebagai momentum untuk mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak melupakan kondisi kemanusiaan di Palestina yang telah berlangsung dalam waktu panjang.

“Acara ini kita niatkan memang untuk mengingatkan kembali kepada kita bahwa genosida di Palestina itu sudah berjalan tiga tahun. Sudah banyak saudara-saudara kita meninggal, luka, terdampak krisis makanan, air bersih, listrik dan seterusnya,” ujar Rizqi.

Menurut dia, kepedulian pada Palestina perlu dijaga agar masyarakat tidak mengalami kejenuhan dalam mengikuti isu kemanusiaan yang berlangsung. Karena itu, solidaritas tidak hanya diwujudkan melalui bantuan, tetapi juga dengan terus menyuarakan kepedulian dan mengedukasi lingkungan sekitar.

Rizqi menuturkan Voice for Palestine dikemas dengan pendekatan yang beragam agar pesan kemanusiaan dapat diterima oleh lebih banyak kalangan. Selain diskusi mengenai kondisi Palestina, kegiatan tersebut menghadirkan pertunjukan musik, nasyid, pembacaan puisi, tausiyah, hingga ruang refleksi.

“Harapannya pertama untuk mengingatkan kepada kita semua tentang genosida ini. Sudah berjalan tiga tahun dan dampak kerusakannya sudah sangat luas. Yang kedua agar kita terus menjaga semangat peduli untuk Palestina,” katanya.

Ia menambahkan semangat kepedulian dapat diteruskan melalui berbagai cara, mulai dari menyuarakannya di media sosial, lingkungan sekitar, hingga mengedukasi keluarga dan anak-anak mengenai pentingnya solidaritas kemanusiaan.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 350 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari komunitas, individu, lembaga swadaya masyarakat, pelajar, mahasiswa, komunitas kajian hingga influencer. Keragaman peserta menunjukkan bahwa isu kemanusiaan dapat menjadi ruang pertemuan berbagai kelompok masyarakat.

Sejumlah tokoh dan pegiat kemanusiaan turut hadir, antara lain President Global Humanity Network Said Mukaffiy, CFO Laznas ZIS Indosat Agus Triyono, serta Atallah, warga Palestina yang menjadi salah satu pembicara. Kehadiran Atallah memberikan perspektif langsung mengenai kondisi masyarakat Palestina di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung.

Rangkaian acara juga menghadirkan Humanity Talk bersama Rizqi Dwi Putra dan tokoh masyarakat Arie Untung, dengan Edy Fajar sebagai moderator. Selain itu, terdapat pembacaan puisi kemanusiaan, tausiyah, serta sesi Depth Heart for Palestine yang mengajak peserta melakukan refleksi mengenai persoalan kemanusiaan.

Pada sesi hiburan, panggung diisi SNADA, Vocafarabi, Risty Tagor dan Ang Sharly. Kegiatan juga disertai penggalangan dana melalui donasi langsung dan lelang amal. Dana yang terkumpul diarahkan untuk membantu kebutuhan kemanusiaan masyarakat Palestina, termasuk anak-anak yatim, pangan, pendidikan dan kebutuhan musim dingin.

Melalui rangkaian tersebut, Voice for Palestine tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang untuk merawat empati dan solidaritas. Pesan yang dibawa sederhana: kepedulian terhadap penderitaan manusia perlu terus dijaga agar masyarakat yang terdampak krisis tidak dilupakan. (H-2)

 

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *