Wamen Fajar Pastikan Revitalisasi Sekolah di Bangkalan Berjalan sesuai Target
Wamen Dikdasmen Fajar Riza Ul Haq meninjau revitalisasi 178 sekolah di Bangkalan. Program prioritas Presiden Prabowo targetkan 71 ribu sekolah pada 2026.(Dok Kemendikdasmen)

PAGI di Bangkalan berjalan seperti biasa. Anak-anak berangkat ke sekolah, melintasi jalan-desa hingga berjalan kaki dari rumah yang cukup jauh. Di ruang-ruang kelas itulah pendidikan sesungguhnya berlangsung, tempat harapan masa depan disematkan, bukan sekadar di atas angka statistik.

Pemerintah memandang perbaikan sekolah bukan hanya soal membenahi atap bocor atau lantai rusak, melainkan upaya memulihkan keyakinan bahwa setiap anak berhak belajar dalam ruang yang aman dan bermartabat. Pesan ini menjadi inti kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, ke Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (17/9/2026).

Fajar hadir untuk memberikan pembinaan dan penguatan aktualisasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan satuan pendidikan penerima bantuan revitalisasi di wilayah tersebut.

Target Ambisius Presiden Prabowo

Program ini merupakan pengejawantahan visi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pada 2029 tidak ada lagi sekolah rusak yang dibiarkan tanpa perbaikan. Secara nasional, target revitalisasi pada 2026 mencapai 71 ribu sekolah dan diproyeksikan meningkat menjadi 100 ribu sekolah pada 2027.

“Bagi saya, negara wajib memastikan setiap anak sekolah belajar di sekolah yang aman dan bermartabat,” ujar Presiden Prabowo dalam kutipan pidatonya yang ditegaskan kembali oleh Wamen Fajar.

Cakupan Terbesar di Jawa Timur

Berdasarkan data resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan per 16 September 2026, terdapat 178 satuan pendidikan yang menerima bantuan revitalisasi tahun ini. Jumlah tersebut terdiri dari:

  • 55 satuan PAUD
  • 93 Sekolah Dasar (SD)
  • 30 Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Sebaran bantuan ini menjangkau hampir seluruh kecamatan, mulai dari Arosbaya, Blega, Galis, Geger, Kamal, Klampis, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi, hingga Tragah. Wamen Fajar mencatat bahwa Bangkalan mendapatkan cakupan revitalisasi terbesar di Jawa Timur pada tahun ini.

“Ini bukan sekadar soal berapa banyak sekolah yang dibangun atau diperbaiki. Ini tentang berapa banyak anak yang nanti bisa belajar dengan lebih aman, nyaman, dan bermartabat,” tegas Fajar.

Melampaui Pembangunan Fisik

Meski pembangunan fisik masif dilakukan, Wamen Fajar mengingatkan bahwa kualitas pembelajaran tetap menjadi prioritas utama. Data Rapor Pendidikan 2025 menunjukkan Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bangkalan berada di angka 66,5 atau kategori “Tuntas Muda”.

Indikator ini mencakup partisipasi sekolah, kemampuan literasi dan numerasi, kualitas layanan PAUD, hingga iklim keamanan dan inklusivitas. “Sekolah yang direvitalisasi harus menjadi sekolah yang semakin hidup. Bangunannya baik, tetapi pembelajarannya juga harus semakin baik. Guru dan kepala sekolah diperkuat,” tambahnya.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendukung program pusat ini. Ia menegaskan bahwa sejak awal tahun, fokus utama daerah adalah pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Tinjauan Lapangan di Socah

Usai agenda di Pendopo Agung, Wamen Fajar melanjutkan peninjauan ke Pondok Pesantren Babussalam, Socah. Ia memantau langsung pembangunan SMP Babussalam yang saat ini mencapai progres 80 persen dan memasuki tahap penyelesaian (finishing).

Revitalisasi ini diharapkan mempersempit kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah. Pemerintah menekankan bahwa setiap Rupiah yang diinvestasikan harus berujung pada pembentukan karakter manusia Bangkalan yang lebih berpengetahuan, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan.

Catatan Program: Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 merupakan bagian dari ikhtiar besar pemerintah untuk membangun ekosistem pendidikan yang kuat, di mana infrastruktur fisik dan kualitas SDM berjalan beriringan. (RO/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *