
PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva akan menggunakan kesempatan saat Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendatang di New York untuk memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara langsung agar tidak mencampuri Pemilihan Presiden Brasil pada Oktober 2026.
Saat berpidato di depan ribuan pendukung saat kampanye di Ceilandia pada Kamis (17/9), Lula melemparkan kritik tajam terhadap pengaruh asing dan lawannya, Senator Flavio Bolsonaro, yang diduga memiliki hubungan dekat dengan Gedung Putih.
“Pada Minggu pukul 10 pagi, saya akan naik pesawat untuk menghadiri pertemuan PBB guna berbicara dengan Trump dan mengatakan kepadanya: jangan campuri Pemilu Brasil,” kata Lula menambahkan negaranya bukanlah koloni siapa pun.
“Brasil ingin berdaulat, dipimpin oleh rakyat Brasil, dan membangun masa depannya dengan keringat dan darah rakyat Brasil,” ucapnya.
Lula dijadwalkan menyampaikan pidato pembukaan pada Sidang Umum PBB Selasa pekan depan, yang kemudian langsung dilanjutkan oleh Trump. Urutan tersebut kemungkinan akan mempertemukan kedua pemimpin secara terbuka meskipun belum ada agenda pertemuan bilateral resmi.
Duta Besar Carlos Bicalho Cozendey, Sekretaris Urusan Politik Multilateral Kementerian Luar Negeri Brasil, mengonfirmasi bahwa meskipun belum ada rencana pertemuan bilateral khusus, kedua presiden diperkirakan akan bertemu di New York sebagaimana yang terjadi pada sidang tahun sebelumnya.
Ketegangan diplomatik antara Brasilia dan Washington meningkat pada beberapa bulan terakhir terkait sengketa perdagangan yang belum terselesaikan, tekanan tarif, dan kebijakan keamanan.
Keadaan tersebut diperberat dengan dukungan politik terbuka Trump terhadap mantan Presiden Jair Bolsonaro dan putra sulungnya, Flavio. Perseteruan politik itu terjadi ketika jajak pendapat terbaru menunjukkan persaingan yang sangat ketat. Survei AtlasIntel/Bloomberg yang dirilis pada Kamis menunjukkan Lula dan Flavio Bolsonaro secara statistik imbang menjelang kemungkinan putaran kedua pada 25 Oktober.
Berdasarkan undang-undang Pemilu Brasil, jika tidak ada kandidat yang memperoleh lebih dari 50 persen suara sah pada putaran pertama 4 Oktober, dua kandidat dengan perolehan suara tertinggi akan maju ke putaran kedua pada akhir bulan. (Ant/P-3)
