
UPAYA memperluas ruang publikasi bagi perempuan Indonesia terus didorong guna memastikan prestasi, kreativitas, dan kontribusi mereka di berbagai bidang dikenal luas oleh masyarakat. Media televisi dan platform digital dinilai menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan kiprah perempuan, terutama mereka yang bergerak di sektor ekonomi, pelestarian budaya, hingga pemberdayaan masyarakat di pelosok daerah.
Langkah penguatan peran media ini menjadi fokus utama dalam penjajakan kerja sama antara Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) dengan organisasi Perempuan Indonesia Maju (PIM). Audiensi yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (23/10) tersebut dihadiri oleh jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) PIM yang dipimpin Ketua Umum Lana T Koentjoro dan manajemen LPP TVRI.
Direktur Umum LPP TVRI, Rika Damayanti, menyambut positif inisiatif kolaborasi ini. Ia menilai PIM dapat menjadi mitra strategis dalam menghadirkan konten yang memberikan ruang lebih luas bagi perempuan untuk membagikan gagasan dan karya nyata mereka.
Rika menekankan bahwa TVRI memiliki infrastruktur penyiaran yang sangat luas untuk mendukung visi tersebut. Berikut adalah jangkauan operasional TVRI saat ini:
| Aset Penyiaran | Cakupan & Detail |
|---|---|
| TVRI Nasional | Mengudara 24 jam ke seluruh wilayah Indonesia. |
| Stasiun Daerah | 34 stasiun penyiaran daerah di seluruh provinsi. |
| Kanal Internasional | Menjangkau pemirsa di sekitar 40 negara. |
| Kanal Khusus | Kanal Olahraga (Sport). |
| Platform Digital | YouTube, Instagram, TikTok, Threads, X, dan layanan OTT. |
Mengangkat Kisah Nyata dari Daerah
Ketua Umum DPP PIM, Lana T Koentjoro, berharap kerja sama ini tidak hanya terbatas pada diskusi di studio, tetapi juga mampu mendokumentasikan aktivitas nyata perempuan di lapangan. PIM sendiri memiliki fokus pemberdayaan yang luas, mulai dari sektor UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga pelestarian tradisi lokal.
Lana menjelaskan bahwa PIM aktif menghubungkan anggota di daerah dengan mitra strategis seperti Bank Indonesia, OJK, serta berbagai kementerian. Selain itu, organisasi ini memiliki Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk perlindungan perempuan dan anak, serta program pelatihan keterampilan di lembaga pemasyarakatan.
“Program pemberdayaan perempuan perlu dirancang secara berkelanjutan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tegas Lana.
Optimalisasi Program Inspiratif
Ketua Perencana dan Pengendali Program LPP TVRI, Barno Tiar, menambahkan bahwa TVRI telah memiliki program eksisting seperti Bersama Perempuan dan Women Inside. Kehadiran PIM diharapkan dapat memperkaya konten program tersebut dengan kisah-kisah inspiratif dari berbagai latar belakang.
Rencana kolaborasi ini nantinya akan melibatkan jaringan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PIM yang bersinergi dengan stasiun TVRI setempat di seluruh Indonesia. Dengan demikian, potensi daerah dan kontribusi perempuan dalam menghadapi tantangan di lingkungannya dapat terdokumentasi dengan lebih baik dan menjadi inspirasi nasional.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang krusial bagi kedua belah pihak untuk mengembangkan program televisi yang relevan, edukatif, dan mampu memperkuat posisi perempuan dalam pembangunan bangsa. (Z-1)
