Mahasiswa S-2 Unpam Beri Edukasi Keamanan Digital Bagi Siswa SMK di Depok
Sebanyak 118 taruna SMK Bina Rahayu Depok mengikuti kegiatan edukasi keamanan digital bertema “Peningkatan Security Awareness dalam Menghadapi Phishing, Social Engineering, dan Ancaman Digital Berbasis AI” pada Rabu (22/10/2026).(MI/HO)

SEBANYAK 118 taruna SMK Bina Rahayu Depok mengikuti kegiatan edukasi keamanan digital bertema “Peningkatan Security Awareness dalam Menghadapi Phishing, Social Engineering, dan Ancaman Digital Berbasis AI” pada Rabu (22/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan mahasiswa Program Studi Magister (S-2) Teknik Informatika Universitas Pamulang (Unpam) sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya penggunaan internet di kalangan Generasi Z yang belum sepenuhnya dibarengi dengan kesadaran akan risiko keamanan siber.

Taruna SMK, yang aktif menggunakan media sosial, aplikasi pesan instan, hingga game online, diidentifikasi sebagai kelompok yang rentan terhadap berbagai modus penipuan digital.

Urgensi edukasi ini diperkuat oleh data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) tahun 2025 yang menunjukkan rendahnya tingkat literasi keamanan digital masyarakat, sebagaimana dirinci dalam tabel berikut:






Kategori Responden Persentase
Belum mengetahui tanda-tanda phishing 36,3%
Mampu mengenali, mengatasi, dan mencegah phishing 11,2%

Ketua pelaksana kegiatan, Dani Ilman Naviangga, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar relevan dengan keseharian para taruna. Alih-alih hanya ceramah satu arah, materi disampaikan melalui metode interaktif seperti kuis Kahoot dan tantangan kelompok bertajuk “Spot the Phish”.

“Kami ingin taruna tidak sekadar tahu istilah phishing, tetapi punya kebiasaan berhenti sejenak, memeriksa, dan memverifikasi sebelum mengeklik. Itulah inti dari pesan yang kami bawa hari ini, yaitu Think Before You Click,” ujar Dani di sela kegiatan.

Materi edukasi dibagi menjadi dua sesi utama:

  • Sesi Pertama: Membahas mekanisme phishing dan social engineering, termasuk trik psikologis seperti menciptakan rasa mendesak, iming-iming hadiah, hingga manipulasi rasa takut.
  • Sesi Kedua: Menyoroti ancaman berbasis kecerdasan buatan (AI), seperti pesan penipuan yang lebih rapi, fenomena peniruan suara (voice cloning), hingga video palsu (deepfake).

Untuk mengukur efektivitas edukasi, panitia melakukan pre-test dan post-test guna membandingkan tingkat pemahaman taruna sebelum dan sesudah menerima materi. Kepala SMK Bina Rahayu Depok, Suhendra, menyambut positif inisiatif ini dan berharap kerja sama dengan perguruan tinggi dapat terus berlanjut, mengingat pentingnya literasi digital bagi siswa di bidang teknologi informasi.

Dosen pendamping Prodi Teknik Informatika S-2 Unpam, Choirul Basir, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi kampus kepada masyarakat. Menurutnya, tema keamanan siber sangat krusial karena ancaman digital berkembang pesat seiring kemajuan teknologi AI.

Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab, simulasi, pembagian apresiasi, dan foto bersama. Melalui program PKM ini, para taruna diharapkan mampu menjadi agen penyebar kesadaran keamanan siber di lingkungan sekolah maupun keluarga mereka masing-masing. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *