
KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) secara resmi merekomendasikan sembilan agen dan perusahaan perjalanan untuk memperkuat pengembangan paket wisata nasional, dengan fokus utama pada segmen wisata keluarga. Inisiatif ini secara spesifik menyasar integrasi berbagai destinasi unggulan di kawasan Jakarta dan Bogor guna menarik minat wisatawan mancanegara, khususnya dari pasar Korea Selatan.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memberikan bukti nyata atas nilai jual pariwisata Indonesia kepada para pelaku industri global. “Target akhirnya bukan hanya peserta mengenal destinasi Indonesia, tetapi mereka melihat sendiri bahwa produk tersebut memiliki nilai jual dan dapat dimasukkan ke dalam katalog maupun paket perjalanan mereka,” ujar Made dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Sebagai bagian dari strategi pemasaran, Kemenpar menyelenggarakan kegiatan familiarization trip (famtrip) yang berlangsung pada 12-16 Oktober 2026. Selama lima hari, para pelaku industri diajak untuk merasakan langsung keragaman produk wisata Indonesia sekaligus mengidentifikasi destinasi alternatif yang berpotensi menjadi paket perjalanan baru.
Agenda eksplorasi ini mencakup berbagai kategori wisata, mulai dari:
- Wisata alam dan petualangan
- Konservasi satwa dan edukasi
- Budaya dan sejarah
- Wisata keluarga dan rekreasi perkotaan
Bogor: Kombinasi Petualangan dan Konservasi
Di wilayah Bogor, para peserta famtrip diajak mendalami potensi wisata berbasis alam. Aktivitas fisik seperti trekking, body rafting, dan river tubing di Curug Naga menjadi daya tarik utama bagi segmen petualang. Selain itu, kunjungan ke taman hiburan di kawasan Puncak dan Taman Safari Indonesia memberikan dimensi edukatif mengenai keanekaragaman hayati.
Pengalaman menginap dengan konsep glamping (glamorous camping) di tengah panorama pegunungan menjadi nilai tambah yang signifikan. Kombinasi antara aktivitas luar ruang dan akomodasi unik ini dinilai sangat potensial untuk dikembangkan menjadi paket wisata bagi segmen keluarga maupun Free Independent Traveler (FIT) asal Korea Selatan.
Jakarta: Modernitas, Sejarah, dan Gaya Hidup Mewah
Sementara itu, Jakarta diposisikan sebagai destinasi yang memadukan pengalaman perkotaan modern dengan nilai sejarah. Peserta diperkenalkan pada destinasi ikonik seperti Museum Nasional dan Jakarta Aquarium. Fokus pengembangan di Jakarta diarahkan pada:
| Aspek Wisata | Destinasi/Aktivitas |
|---|---|
| Akomodasi | Hotel premium dan layanan wisata mewah. |
| Gastronomi | Kuliner Indonesia modern dan fine dining dengan pemandangan kota. |
| Budaya & Rekreasi | Museum Nasional, Jakarta Aquarium, dan gaya hidup urban. |
Memperkuat Jejaring Bisnis Internasional
Famtrip ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang pengenalan destinasi, tetapi juga sebagai platform networking untuk memperluas hubungan bisnis antara agen perjalanan Korea Selatan dan pelaku industri lokal. Sejumlah entitas industri pariwisata Indonesia yang terlibat dalam sesi jejaring ini meliputi:
- Grand Hyatt Jakarta dan Keraton at The Plaza (Akomodasi Premium)
- Damar Langit dan Ismaya Group (Kuliner & Gaya Hidup)
- DMC White Tiger dan White Horse (Transportasi & Manajemen Perjalanan)
- Cimory Dairyland, Taman Safari Indonesia, dan Jakarta Aquarium (Destinasi Rekreasi)
Respon Positif dari Pelaku Industri Korea Selatan
Potensi besar Jakarta dan Bogor mendapat apresiasi dari para peserta. Park Si Nung, salah satu peserta, menyoroti interaksi langsung dengan satwa di Taman Safari Indonesia sebagai pengalaman paling berkesan. Ia juga mencatat bahwa atraksi luge, wisata kuliner, serta suasana malam Jakarta memiliki daya tarik kuat bagi turis Korea.
Senada dengan hal tersebut, Lee So Hoo menilai keragaman produk wisata di kedua kota ini—mulai dari akomodasi berkualitas hingga aktivitas luar ruang—sangat kompetitif untuk dipasarkan di Korea Selatan. Dengan dukungan akomodasi premium dan kekayaan budaya, Jakarta dan Bogor siap menjadi pilihan utama dalam katalog perjalanan internasional terbaru. (Ant/I-1)
Kesimpulan: Pengembangan paket wisata keluarga di Jakarta dan Bogor melalui kolaborasi dengan agen perjalanan Korea Selatan merupakan langkah strategis Kemenpar untuk meningkatkan diversifikasi produk wisata Indonesia di pasar Asia Timur, dengan mengandalkan perpaduan antara alam, edukasi, dan kemewahan perkotaan.
