Penguatan Distribusi dan Bisnis Digital Dorong Tren Positif Lima Kuartal Berturut-turut
Ilustrasi(Istimewa)

PT Unilever Indonesia Tbk (“Perseroan”) mengumumkan kinerja keuangan untuk kuartal ketiga tahun 2026, mencatatkan pertumbuhan positif selama lima kuartal berturut-turut serta menunjukkan kemajuan yang solid dalam membangun bisnis yang lebih kompetitif dan kuat secara struktural.

Penjualan pada kuartal ketiga mencapai Rp8,9 triliun, meningkat 7,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh pertumbuhan volume dasar sebesar 6,4%. Penjualan pada sembilan bulan pertama 2026 meningkat 7,2% menjadi Rp25,8 triliun, sementara laba bersih dari Operasi Berkelanjutan tumbuh 10,6%, melampaui pertumbuhan penjualan meskipun tekanan inflasi masih berlanjut. Kinerja ini ditopang oleh pertumbuhan yang merata di berbagai unit bisnis dan saluran penjualan, peningkatan daya saing, eksekusi yang semakin kuat, serta investasi yang disiplin pada strategi prioritas Perseroan. 

Adapun ringkasan kinerja perusahaan antara lain pertama, volume selama lima kuartal tumbuh berturut-turut, dengan penjualan kuartal ketiga meningkat 7,4%, didorong oleh pertumbuhan volume dasar sebesar 6,4%.

Kedua, yang merata di seluruh bisnis, dengan pertumbuhan pada bisnis Home & Personal Care serta Foods & Refreshment, dan didukung pertumbuhan di seluruh saluran penjualan utama (route-to-market). 

Ketiga, pertumbuhan laba melampaui penjualan, laba bersih dari operasi berkelanjutan meningkat 10,6% sepanjang tahun berjalan, meskipun inflasi komoditas dan biaya logistik yang tinggi. Keempat, kemajuan berkelanjutan dalam memperkuat daya saing, didukung oleh semakin banyaknya merek yang “SASSY”, portofolio yang lebih premium, serta pertumbuhan saluran penjualan online. Kelima, investasi yang disiplin untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang, dengan lebih dari 60% belanja modal dialokasikan untuk peningkatan produktivitas dan perluasan kapasitas.

“Kinerja kuartal ketiga kami menunjukkan kemajuan berkelanjutan dalam membangun bisnis yang lebih kuat. Kami mencatat pertumbuhan volume selama lima kuartal berturut-turut, dengan pertumbuhan laba yang melampaui pertumbuhan penjualan meskipun tekanan inflasi masih berlanjut,” ucap Presiden Direktur Unilever, Benjie Yap, Kamis (22/10).

Pertumbuhan ini, sambung dia, terjadi secara merata di seluruh portofolio perusahaan dan mencerminkan peningkatan daya saing, eksekusi yang semakin kuat, serta penguatan merek-merek perusahaan. 

“Di luar capaian kuartal ini, kami terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui pengembangan lebih banyak merek yang ’SASSY’, portofolio yang semakin premium, serta penguatan bisnis digital. Didukung oleh eksekusi yang semakin kuat, transformasi biaya yang struktural, dan budaya kerja yang unggul, berbagai upaya tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pertumbuhan kami, tetapi juga memperkuat kemampuan Perseroan untuk mempertahankan pertumbuhan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Setelah berhasil mendorong pertumbuhan bisnis pada 2025, Perseroan kini berfokus pada peningkatan kualitas, ketangguhan, dan keberlanjutan pertumbuhan tersebut, sekaligus menciptakan bisnis yang unggul di pasar. Pertumbuhan penjualan sepanjang tahun berjalan meningkat menjadi 7,2% dibandingkan 4,3% pada 2025, mencerminkan kemajuan yang telah melampaui fase pemulihan dan memasuki babak berikutnya dalam transformasi Perseroan.

Perseroan menjalankan strateginya dengan berpusat pada tiga prioritas utama, pertama dengan memperbanyak merek yang “SASSY”, kedua membangun portofolio yang lebih premium, dan ketiga mendorong bisnis digital yang lebih besar.

Upaya-upaya ini didukung oleh eksekusi yang semakin kuat di lapangan, peningkatan produktivitas yang struktural, serta budaya kerja yang unggul di seluruh organisasi. Sepanjang tahun, Perseroan memperluas cakupan distribusi secara langsung, memperkaya portofolio di pasar, serta terus meningkatkan layanan pelanggan dan kualitas eksekusi di toko. Transformasi berkelanjutan yang dilakukan dalam pengadaan, manufaktur, dan model operasional juga meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, serta membuka ruang investasi yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

“Ke depan, kami akan tetap berfokus pada pertumbuhan yang didorong oleh volume, dengan peningkatan margin yang terukur pada 2026. Meskipun tekanan inflasi pada komoditas yang berkaitan dengan kawasan Timur Tengah diperkirakan masih akan berlanjut hingga memasuki 2027, kami akan terus meresponnya melalui kombinasi penyesuaian harga yang tepat, efisiensi, dan investasi yang disiplin. 

Ia menambahkan bahwa perusahaan memprioritaskan untuk menjaga daya saing, memastikan produk tetap terjangkau bagi konsumen, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dalam jangka panjang. 

“Kami optimistis dengan kemajuan yang terus kami capai. Saat ini, kami memiliki merek, kapabilitas, dan fondasi bisnis yang lebih kuat dibandingkan satu tahun yang lalu. Kami akan terus berfokus pada penguatan portofolio, peningkatan daya saing, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham dalam jangka panjang. Sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat bisnis, kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai bisnis Foods sebelum akhir tahun,” tutup Benjie. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *