
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut kebakaran hutan dan lahan di Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat kini tersisa sekitar 20%. Api ditargetkan padam seluruhnya dalam dua hari ke depan.
Ia menjelaskan, upaya pemadaman terus dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter water bombing. Langkah tersebut dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit dipadamkan secara manual di kawasan pegunungan.
Dedi mengatakan, luas area yang terbakar mencapai sekitar 30 hektare, bukan 60 hektare seperti informasi yang beredar. Setelah penanganan sebelumnya, titik api yang tersisa kini berada di lokasi yang dinilai tidak terlalu rawan.
“Yang terbakar itu 30 hektare. Yang tersisa setelah kemarin ditangani tinggal 20% lagi. Itu pun pada titik-titik api yang tidak terlalu rawan,” kata Dedi di Bandung, Jumat (23/10).
Menurutnya, pemadaman melibatkan sejumlah pihak, mulai dari TNI hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kolaborasi tersebut dilakukan agar kebakaran di kawasan Gunung Ciremai dapat segera dipadamkan.
Dedi mengakui, medan pegunungan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Petugas kesulitan menjangkau puncak Gunung Ciremai secara manual, terlebih sumber air untuk memadamkan api tidak tersedia di sejumlah titik.
“Kalau manual, naik ke gunungnya bagaimana? Di puncaknya memadamkan api pakai apa? Sumber airnya kan enggak ada,” katanya.
Selain menggunakan helikopter, Pemprov Jabar juga menerapkan pendekatan alami dengan menyekat jalur perambatan api. Sebanyak 500 orang dikerahkan untuk membersihkan kanal alami di kawasan hutan.
Dedi berharap, kanal yang kembali berfungsi dapat membantu menahan perambatan api ketika air mengalir dari kawasan Gunung Ciremai. Dengan kombinasi penanganan melalui udara dan upaya di lapangan, Dedi optimistis kebakaran dapat segera diatasi. (H-4)
