Excelsa Tapin Pikat Pecinta Kopi dari 10 Negara di Trade Expo Indonesia 2026
Kopi excelsa tapin mendapat sambutan hangat pengunjung di Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.(Dok.Istimewa)

KOPI excelsa dari Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, mendapat sambutan hangat dari pengunjung mancanegara dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten. Ajang tahunan terbesar yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan ini berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 dan mempertemukan pelaku usaha dari berbagai negara.

Koperasi Produsen Marangkai Sejahtera Bersama, yang dilibatkan dalam acara tersebut, membawa sejumlah lini kopi terbaik hasil olahan koperasi. Selama pameran, stan koperasi dikunjungi pelaku dan penikmat kopi dari Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Taiwan, Turki, Vietnam, Australia, Chile, Mesir, dan Spanyol.

Daya tarik utama excelsa tapin terletak pada profil rasanya yang unik. Banyak pengunjung mengaku baru pertama kali merasakan spektrum rasa seperti itu. Excelsa sendiri merupakan salah satu jenis kopi yang tergolong langka dibandingkan arabika dan robusta, sehingga karakter rasanya kerap menjadi pengalaman baru bagi penikmat kopi dunia.

Tadi, pengunjung asal Turki, menilai kopi excelsa dari Koperasi Marangkai berbeda dari kopi daerah-daerah lain. “Saya adalah seorang coffee enthusiast yang berkeliling dunia untuk menemukan sumber-sumber kopi yang unik dan menarik. Profil yang ditampilkan kopi excelsa ini sangat berbeda dibandingkan banyak daerah di dunia yang pernah saya kunjungi,” ujarnya.

Apresiasi Importir

Apresiasi juga datang dari kalangan importir. Shi Sheng-zhan, importir kopi asal Taiwan, mengaku sangat menikmati kopi excelsa dan menantikan perkembangan kopi-kopi dari Koperasi Marangkai. 

“Mungkin untuk sekarang kami belum bisa bekerja sama secara langsung karena keterbatasan kapasitas produksi, tapi ke depannya kami berharap koperasi terus berkembang sehingga bisa menjalin kerja sama bisnis dengan kami,” ujarnya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa pintu kerja sama terbuka lebar. Bagi koperasi yang baru berdiri pada Maret 2026 ini, ketertarikan importir dari luar negeri menjadi modal awal yang berharga. Koperasi menghimpun petani dari enam desa di Kecamatan Hatungun dan Kecamatan Lokpaikat, dengan kebun kopi anggota seluas sekitar 25 hektare yang ditanami

robusta, liberika, dan excelsa.

Ketua Koperasi Marangkai Sejahtera Bersama, Fery, menyampaikan rasa syukur atas sambutan tersebut. “Kami akan terus mengembangkan usaha yang kami jalankan agar tidak mengecewakan pihak-pihak yang terus memberikan apresiasi dan perhatian kepada apa yang kami kerjakan di koperasi,” ujarnya.

Kehadiran di TEI 2026 menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi kopi excelsa tapin untuk dikenal lebih luas di panggung dunia. Dengan dukungan para pihak dan semangat anggota koperasi, kopi dari kaki Pegunungan Meratus ini diharapkan terus berkembang dan semakin diminati penggemar kopi dalam dan mancanegara.  (E-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *