
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahannya saat ini berada di jalur yang benar (on the right track) dalam menjalankan berbagai program strategis nasional. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat mengevaluasi capaian dua tahun masa kepemimpinannya.
Menurut Presiden, kebijakan strategis seperti swasembada pangan, penguatan Danantara, hingga penerapan ekspor satu pintu merupakan langkah krusial untuk menjaga kepentingan dan keselamatan bangsa. Ia meminta seluruh pihak untuk optimis dan tidak merasa rendah diri atas capaian yang telah diraih.
“Apa yang kita lakukan ini untuk keselamatan kita. Swasembada pangan, Danantara, ekspor satu pintu. Begitu banyak keberhasilan kita. Jadi, saya minta, jangan kita minder lagi. Kita, we are on the right track,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (23/10).
Komitmen Program Makan Bergizi Gratis
Salah satu fokus utama yang ditekankan Presiden adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi masa depan generasi bangsa. Untuk menjaga integritas program ini, pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk penyimpangan.
Prabowo mengungkapkan data pembenahan internal yang signifikan, di antaranya 13 orang ditetapkan sebagai tersangka, 203 orang diperiksa oleh Kejaksaan Agung, 353 orang diberhentikan dengan tidak hormat, serta 2.600 orang dalam proses pemeriksaan Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN).
“Jangan ragu-ragu. Pecat, bersihkan, sampai bersih. MBG ini strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Capaian Infrastruktur dan Ekonomi Kerakyatan
Di sektor ekonomi kerakyatan, Presiden mengapresiasi operasional 10 ribu Koperasi Desa Merah Putih. Sementara di bidang infrastruktur dasar, tercatat sebanyak 440 ribu unit rumah telah dibedah dan hampir 90 ribu sekolah telah direnovasi.
Presiden juga memberikan apresiasi khusus kepada Satuan Tugas (Satgas) Jembatan di bawah pimpinan Pak Maruli atas percepatan pembangunan sekitar 5.000 jembatan yang menghubungkan 12 ribu desa di seluruh Indonesia.
Di sektor kesehatan, pemerintah telah menganggarkan pembangunan 66 rumah sakit daerah, dengan 22 unit di antaranya telah selesai dibangun. Digitalisasi pemerintahan melalui mal pelayanan publik juga terus didorong untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan sosial.
Semangat Persatuan Nasional
Menutup arahannya, Presiden Prabowo mengapresiasi kerja sama jajaran kabinet dan para tokoh nasional di Dewan Pertimbangan Presiden. Ia menekankan bahwa persatuan adalah modal utama menghadapi tantangan pembangunan yang masih banyak di depan mata.
“Pekerjaan banyak, tantangan banyak, kelemahan kita banyak, kerja sama. Kita atasi bersama, ya. We have to work as a team,” pungkas Presiden. (Ant/H-3)
