
IBU kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan rudal pada Rabu malam. Wali Kota Kyiv, Vitaliy Klitschko, mengonfirmasi beberapa rumah hantam peluru kendali hingga menyebabkan sedikitnya enam orang terluka.
Serangan terbaru ini terjadi hanya beberapa jam setelah Rusia menyatakan “siap secara prinsip” untuk melanjutkan perundingan damai. Di saat yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim dunia kini berada di posisi paling dekat untuk mengakhiri perang.
“Beberapa hari lalu saya berbicara dengan Vladimir Putin tentang penyelesaian perang dengan Ukraina. Saya pikir kita semakin dekat, mungkin ini posisi terdekat yang pernah kita capai,” ujar Trump.
Kendati demikian, klaim tersebut mengemuka di tengah berlanjutnya eskalasi militer. Pembicaraan trilateral yang sempat terhenti sejak Februari lalu memicu peningkatan serangan udara Rusia, terutama saat pasokan artileri pencegat rudal milik Ukraina dari negara-negara Barat mulai menyusut.
Misi Diplomatik Envoi AS di St. Petersburg
Serangan ke Kyiv berlangsung berbarengan dengan gerak cepat utusan khusus Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner. Setelah menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky serta para pemimpin Norwegia dan Finlandia di Oslo, Witkoff melanjutkan perjalanan ke St. Petersburg untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin.
Meskipun rincian proposal AS belum dibuka ke publik, Zelensky mengungkapkan pembahasan mencakup usulan gencatan senjata pada sektor energi dan jaminan keamanan yang kuat bagi Ukraina. Sebaliknya, asisten Putin, Yuri Ushakov, menilai ide-ide yang dibawa pihak AS belum terlalu berguna.
Ushakov mengisyaratkan putaran pembicaraan berikutnya berpotensi digelar sekitar 10 November di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Ia menegaskan fokus utama negosiasi harus berpusat pada penataan sistem keamanan bagi kedua negara pascakonflik.
Di sisi lain, Ushakov menyebut Putin telah menyampaikan kepada Witkoff bahwa pasukan Rusia terus maju di sepanjang garis depan dan memegang inisiatif strategis. Namun, klaim kemajuan militer tersebut dibantah oleh Ukraina dan sekutu militernya di Eropa yang menilai situasi di lapangan masih mengalami kebuntuan.
Zelensky sendiri menegaskan kesiapannya menerima kesepakatan untuk membekukan perang di sepanjang garis depan saat ini.
“Kami menyebutnya ‘gencatan senjata’ atau ‘menghentikan pembunuhan’ seperti yang disampaikan Presiden Trump. Bekukan dan hentikan. Tentu ini batas minimum yang kami butuhkan dari Rusia hari ini,” kata Zelensky kepada Fox News, seraya menambahkan bahwa pembicaraan jaminan keamanan dapat dilakukan setelahnya.
Witkoff menggambarkan negosiasi tersebut berjalan konstruktif. Kushner, yang bergabung via sambungan video, menambahkan bahwa meski masih ada kerja keras di depan, terdapat peluang nyata untuk membangun kerangka kerja demi perdamaian dan keamanan jangka panjang.
Dinamika Hubungan Kyiv dan Washington
Upaya diplomasi ini berlangsung di bawah bayang-bayang keretakan hubungan antara AS dan Ukraina. Trump sempat menyatakan sudah saatnya Ukraina diwakili oleh pihak lain dalam bernegosiasi dan mengkritik serangan Ukraina ke kilang minyak Rusia yang dinilai memicu kenaikan harga bahan bakar global.
Kebijakan Trump yang mencabut sebagian sanksi terhadap Rusia, guna melonggarkan pasokan diesel ke pasar global—juga memicu kritik keras dari Zelensky, sekutu Eropa, hingga kalangan legislator AS.
Di samping itu, Kyiv sempat menuding Washington menahan data intelijen krusial terkait peringatan serangan rudal balistik Rusia. Tudingan tersebut dibantah keras oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebagai hal yang tidak berdasar, sementara Zelensky belakangan mengonfirmasi pertukaran intelijen telah kembali berjalan normal.
Isu lain yang mengemuka adalah pembatasan kecepatan pada jaringan satelit Starlink milik AS yang dikeluhkan militer Ukraina karena mengganggu operasi drone. Pejabat AS membantah meminta pembatasan tersebut, dan kelompok senator dari kedua partai di AS telah mendesak dilakukannya penyelidikan resmi.
Sebelum pertemuan Putin dan Witkoff dimulai, Rusia membebaskan Stephen Hubbard, warga negara AS berusia 74 tahun yang sempat dijatuhi hukuman penjara hampir tujuh tahun atas tuduhan bertempur untuk Ukraina. Pembebasan mantan guru tersebut dikonfirmasi Trump tanpa melalui proses pertukaran tahanan. (BBC/Z-2)
