Pemimpin Gerakan Gen Z India Cockroach Janta Party Bebas dari Penjara Tihar
Dua pemimpin Cockroach Janta Party (CJP), Saurav Das dan Ashutosh Ranka, resmi bebas dari penjara setelah ditahan akibat aksi unjuk rasa di Delhi.(AFP)

DUA tokoh kunci gerakan pemuda Gen Z India, Cockroach Janta Party (CJP), resmi dibebaskan dari Penjara Tihar, Delhi. Saurav Das dan Ashutosh Ranka melangkah keluar dari tahanan beberapa jam setelah pengadilan eksekutif khusus memerintahkan pembebasan mereka.

Kedua aktivis muda tersebut sempat ditahan kepolisian setelah melompati barikade dan memanjat gerbang terkunci di Jantar Mantar. Lokasi bersejarah tersebut baru-baru ini dihapus oleh otoritas setempat dari daftar tempat resmi yang diizinkan untuk menggelar aksi unjuk rasa.

Usai jaminan dikabulkan dan keluar dari ruang tahanan, Das memberikan pernyataan singkat kepada media dari dalam mobil van polisi. “Hanya kebenaran yang menang. Hiduplah revolusi,” tegas Das.

Das dan Ranka membantah telah melakukan pelanggaran hukum. Aksi penerobosan tersebut merupakan bagian dari tuntutan agar Kepala Komisioner Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar, mengundurkan diri dari jabatannya.

CJP bersama kelompok oposisi, mahasiswa, dan penolak kebijakan pemerintah menuduh Komisi Pemilihan Umum melakukan manipulasi daftar pemilih melalui program revisi intensif yang dikenal sebagai Special Intensive Revision (SIR). Langkah ini dinilai menguntungkan partai berkuasa, Bharatiya Janata Party (BJP), pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

Proses revisi tersebut telah menghapus sekitar 130 juta nama dari daftar pemilih sejak tahun lalu. Para kritikus memperingatkan bahwa prosedur ini berisiko menghilangkan hak pilih warga yang memenuhi syarat. Sebaliknya, pihak Komisi Pemilihan Umum dan BJP membantah keras tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa pembersihan data bertujuan untuk menghapus pendaftaran ganda, pemilih yang telah meninggal dunia, serta data yang tidak sah.

Meski mengusung nama unik, CJP bukanlah partai politik resmi yang terdaftar. Gerakan ini berawal dari lelucon di media sosial pada Mei lalu, merespons pernyataan seorang hakim agung India yang menyepadankan pemuda pengangguran dengan “kecoa”.

Lelucon internet tersebut dengan cepat bertransformasi menjadi wadah konsolidasi ribuan anak muda yang menuntut keadilan atas skandal kebocoran soal ujian nasional. Pada Juli, gerakan massa ini memuncak dalam aksi long march menuju gedung parlemen yang berujung bentrok dengan aparat kepolisian. Eskalasi protes tersebut menarik perhatian publik secara nasional hingga berujung pada pengunduran diri Menteri Pendidikan India.

Kini, gerakan kolektif Gen Z tersebut makin memperluas fokus perjuangannya ke ranah reformasi sistem pemilu di India. (BBC/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *