
KEBAKARAN hutan yang melanda Gunung Sumbing di Kabupaten Wonosobo dan Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dilaporkan semakin tidak terkendali. Hingga Kamis (22/10) dini hari, total luas lahan yang hangus terbakar di kedua gunung tersebut melampaui 700 hektare.
Berdasarkan pemantauan, kobaran api di Gunung Sumbing terlihat semakin membara disertai asap tebal yang membumbung tinggi. Api bahkan meluas hingga memasuki wilayah Kabupaten Magelang. Sementara itu, di Gunung Lawu, api terus bergerak membakar hampir setengah dari luas lahan Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Blumbang yang mencapai 1.015 hektare.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengungkapkan bahwa eskalasi kebakaran di Gunung Lawu meningkat signifikan. “Luas lahan terbakar di Gunung Lawu mencapai 490 hektare, melonjak dari sebelumnya yang seluas 200 hektare,” ujar Bergas.
Upaya Pemadaman dan Kendala Lapangan
Petugas gabungan terus berupaya memadamkan api dengan berbagai metode. Selain pemadaman manual menggunakan ranting pohon (gepyok) untuk mencegah perambatan, petugas juga mengerahkan truk tangki air. Namun, jarak jangkau penyemprotan yang terbatas menjadi kendala utama di medan pegunungan.
Untuk mempercepat proses pemadaman di Gunung Lawu, operasi water bombing menggunakan helikopter memasuki hari ketiga. Hingga Rabu (21/10) malam, tercatat sembilan kali pengeboman air dilakukan dengan total 18.000 liter air yang dijatuhkan. Meski cuaca mendukung, upaya ini belum menunjukkan perkembangan signifikan karena api terus meluas ke berbagai sisi.
Status Tanggap Darurat di Gunung Sumbing
Kondisi serupa terjadi di Gunung Sumbing. Kebakaran menjalar hingga ke wilayah Kabupaten Magelang dan Temanggung dengan estimasi lahan terbakar mencapai 300 hektare. Ratusan petugas gabungan dan relawan dari tiga daerah tersebut dikerahkan ke lokasi.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo secara resmi meningkatkan status kebencanaan daerah menjadi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Terkait rencana water bombing di Gunung Sumbing, Bergas menyatakan hal tersebut masih dalam tahap perencanaan.
“Pemadaman menggunakan sistem water bombing masih direncanakan karena keterbatasan sarana prasarana dan pesawat. Saat ini konsentrasi utama masih difokuskan di Gunung Lawu,” pungkasnya. (I-2)
