
KEPOLISIAN Sektor (Polsek) Kebon Jeruk tengah memburu komplotan begal bersenjata tajam yang menyerang dan merampas sepeda motor milik seorang pengusaha katering, Syaful Umar, 39, di kawasan Jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat (Jakbar).
Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, Darto, membenarkan adanya insiden kriminal tersebut. Kasus ini telah resmi ditangani oleh pihak kepolisian setelah korban mengajukan laporan.
“Benar kejadiannya (pembegalan). Sudah dibuatkan LP (laporan polisi) oleh pelapor dan sedang dalam proses penyelidikan,” kata Darto saat dikonfirmasi, Rabu (21/10).
Laporan kasus perampasan tersebut resmi terdaftar dengan nomor LP/B/501/X/2026/SPKT/POLSEK KB JERUK/POLRES METRO JAKBAR/POLDA METRO JAYA.
Darto menerangkan, pihaknya masih terus mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, termasuk mencari saksi mata dan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar area kejadian guna mengidentifikasi para pelaku. “Masih lidik. Kebetulan saksinya enggak ada dan CCTV di sekitar tidak ada,” imbuhnya.
KRONOLOGI KEJADIAN
Peristiwa penyerangan brutal tersebut dialami Syaiful Umar pada Kamis (15/10) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Insiden terjadi saat Syaiful dalam perjalanan pulang usai berbelanja bahan baku katering dari Pasar Senen menuju kawasan Kebon Jeruk.
Saat melintas di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Arjuna Selatan, korban mendadak dipepet oleh delapan orang pelaku yang mengendarai empat unit sepeda motor.
“Saat itu suasana dan kondisi di lapangan sepi, sunyi. Tidak ada yang melintas kecuali saya dan para begal itu,” katanya.
Para pelaku memepet korban dari sisi kanan dan kiri hingga membuat posisi kendaraan korban terkunci. Salah satu pelaku kemudian mencabut paksa kunci kontak sepeda motor korban secara tiba-tiba.
Dalam kondisi mesin motor mati, salah seorang pelaku menendang tubuh Syaiful hingga tersungkur ke aspal. Meski sempat berupaya mempertahankan diri, korban diancam dengan sabetan senjata tajam jenis celurit.
Syaiful mengaku berhasil menghindar sehingga sabetan senjata tajam itu tidak mengenai tubuhnya.
“Baru satu kali menyabet, saya menghindar. Temannya juga sudah siap dengan golok. Ada tiga orang yang membawa senjata tajam,” tuturnya.
KENDARAAN DAN BARANG BERHARGA RAIB
Kalah jumlah dan di bawah ancaman senjata tajam, korban tak mampu mempertahankan kendaraannya. Para pelaku membawa lari sepeda motor Honda Beat keluaran tahun 2024 milik Syaiful ke arah Taman Anggrek.
Selain sepeda motor, komplotan begal tersebut merampas barang belanjaan kebutuhan katering serta sejumlah dokumen penting yang disimpan korban di dalam jok motor.
“Dompet berisi surat-surat penting, seperti STNK, KTP, kartu ATM, dan kartu-kartu hilang,” ungkapnya.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif guna menyergap komplotan begal bersenjata tajam yang meresahkan masyarakat tersebut. (Ant/P-2)
