
PELATIH Como Cesc Fabregas menilai kemenangan telak skuadnya 4-1 atas Manchester United memiliki nilai lebih besar dibandingkan kemenangan atas tim lain. Namun, Fabregas meminta anak asuhnya tidak larut dalam euforia dan tetap menjaga konsistensi saat melanjutkan persaingan di Serie A.
Como mencatatkan salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah klub setelah membungkam Manchester United pada lanjutan Liga Champions, Kamis (22/10) dini hari.
Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi klub Italia itu yang melakoni kiprah perdananya di kompetisi kasta tertinggi Eropa.
“Memang, saya memahami bahwa mengalahkan Manchester United memiliki nilai lebih besar bagi media dibandingkan kemenangan biasa,” kata Fabregas.
Meski demikian, mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu menegaskan kemenangan atas klub Inggris tersebut tidak mengubah target maupun pendekatan Como. Dia mengingatkan timnya sudah ditunggu Sassuolo dalam lanjutan Serie A pada Sabtu dan lawan tersebut berpotensi memberikan perlawanan sulit.
“Kami harus memiliki mentalitas untuk tampil baik di setiap pertandingan. Sassuolo adalah tim yang bagus dan akan membuat pertandingan pada Sabtu menjadi sangat sulit. Untuk menang, kami harus tampil pada level yang sama, bahkan mungkin lebih baik,” ujarnya.
Kemenangan atas Manchester United menjadi pencapaian terbaru dalam perkembangan pesat Como di bawah kepemimpinan Fabregas. Dalam kurun tiga tahun, pelatih asal Spanyol itu membawa klub tersebut dari kompetisi kasta kedua Italia hingga menembus papan atas Serie A dan tampil di Liga Champions.
Meski demikian, Fabregas mengingatkan Como masih memiliki perjalanan panjang untuk menyamai klub-klub yang lebih berpengalaman di level tertinggi sepak bola Eropa.
Fabregas juga meminta para pemain tetap tenang, rendah hati, dan tidak kehilangan fokus setelah meraih hasil besar di panggung Eropa.
“Jadi, kami harus tetap tenang, rendah hati, dan membumi. Jalur yang kami tempuh tidak berubah. Pertandingan ini tidak mengubah apa pun. Kami masih berada di awal perjalanan,” tegasnya.
“Kami baru menjalani perjalanan selama tiga tahun, sementara banyak tim lain sudah memiliki pengalaman jauh lebih panjang. Karena itu, kami harus terus bekerja dan melangkah maju,” tuturnya. (AFP/I-1)
