Reinterpretasi Artefak 700 Tahun: 'Birdman' Diduga Sosok Ksatria Perempuan
Artefak tembaga tempa ini menggambarkan masyarakat Pribumi yang mengenakan kostum burung dan memegang kepala terpenggal serta gada.(Museum Nasional Sejarah Alam Smithsonian (CC0))

SEBUAH artefak pelat tembaga berusia 700 tahun yang ditemukan di makam penduduk asli Amerika di Georgia hampir 150 tahun lalu kini mendapatkan reinterpretasi baru dari para peneliti. Artefak legendaris yang selama ini dikenal dengan sebutan “Birdman” tersebut diduga menggambarkan sosok perempuan yang mengenakan pakaian seremonial sebagai ksatria.

Ukiran pada lembaran tembaga kuno ini menampilkan figur prajurit yang sedang memegang senjata di satu tangan dan kepala terpotong di tangan lainnya. Selama puluhan tahun, studi arkeologi konvensional mengasumsikan bahwa figur heroik berbusana burung tersebut adalah seorang prajurit laki-laki dari tradisi kebudayaan Mississippian.

Namun, analisis ulang terhadap detail ikonografi dan simbol ritual pada pelat tembaga tersebut menyingkap perspektif lain. Ciri-ciri pakaian seremonial serta hiasan tubuh pada lempengan tembaga tersebut memiliki kemiripan dengan atribut khusus yang diasosiasikan dengan figur atau peran perempuan dalam struktur ritual masyarakat adat setempat di masa lampau.

Penemuan pelat tembaga “Birdman” ini pertama kali diekskavasi dari situs pemakaman kuno di Georgia pada akhir abad ke-19. Artefak ini menjadi salah satu bukti karya seni logam paling halus yang dibuat oleh masyarakat adat Amerika sebelum kedatangan bangsa Eropa.

Penggambaran figur manusia dengan elemen burung, seperti sayap dan paruh, merupakan simbolisme keagamaan yang umum dalam budaya Mississippian. Simbol tersebut melambangkan kekuatan, kekuasaan spiritual, serta hubungan antara dunia manusia dan alam atas.

Reinterpretasi terhadap artefak kuno ini memberi gambaran baru mengenai kompleksitas peran gender dan spiritualitas dalam budaya masyarakat asli Amerika. Penemuan ini menunjukkan bahwa posisi prajurit maupun pimpinan ritual seremonial pada masa itu tidak hanya didominasi oleh laki-laki, melainkan juga dapat dipegang oleh perempuan. (Live Science/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *