
BERTAMBAHNYA usia sering kali dipandang sebagai tantangan yang harus dilawan. Namun, bagi banyak perempuan, fase ini sebenarnya dapat menjadi momentum untuk lebih memahami diri sendiri, menerima perubahan fisik, serta membangun kepercayaan diri yang lebih matang. Perspektif positif inilah yang melatarbelakangi pergeseran tren perawatan estetika, dari sekadar memperbaiki penampilan menjadi upaya menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Pandangan tersebut disuarakan oleh aktris Hollywood, Lucy Liu, dalam kampanye regional bertajuk “Your Time is Now” yang diluncurkan Merz Aesthetics di Seoul, Korea Selatan. Aktris yang juga dikenal sebagai produser dan aktivis ini resmi didapuk menjadi duta terbaru untuk The Proudly Becoming Collection by Merz Aesthetics di kawasan Asia Pasifik.
Melalui kampanye ini, Lucy mengajak perempuan untuk melihat penuaan sebagai bagian alami dari perjalanan hidup.
“Fase kehidupan saya saat ini terasa lebih terarah. Saya memprioritaskan kesejahteraan dan tujuan hidup, alih-alih membandingkan diri saya saat ini dengan diri saya di masa lalu,” ujar Lucy dalam keterangan resmi, Senin (19/10).
Ia menekankan bahwa ada kebebasan besar ketika seseorang berhenti terpaku pada identitas masa lalu dan mulai memberi ruang bagi versi baru dari dirinya sendiri. Pesan ini ditujukan khusus bagi populasi perempuan yang signifikan di wilayah Asia Pasifik.
| Wilayah | Estimasi Jumlah Populasi |
|---|---|
| Asia Pasifik | > 240 Juta Jiwa |
| Indonesia (Proyeksi 2025) | 32,6 Juta Jiwa |
Pendekatan Estetika yang Personal dan Proaktif
President Asia Pasifik Merz Aesthetics, Lawrence Siow, menjelaskan bahwa perubahan cara pandang perempuan terhadap penuaan turut mengubah kebutuhan mereka akan layanan estetika medis. Saat ini, konsumen lebih mencari perawatan yang personal dan proaktif untuk mempertahankan karakter wajah alami mereka.
“Kami membantu dokter estetika merancang perawatan yang mempertimbangkan proses penuaan dan kesehatan kulit jangka panjang tanpa mengesampingkan hasil yang tetap terlihat alami,” kata Lawrence.
Pendekatan ini penting karena penuaan wajah melibatkan perubahan kompleks, mulai dari penurunan kualitas kulit hingga perubahan struktur jaringan dan volume wajah.
Untuk mendukung hal tersebut, Merz Aesthetics memperkenalkan SkinGivity Solutions, sebuah kerangka kerja berbasis sains. Berbeda dengan metode konvensional yang hanya menangani tanda penuaan saat sudah terlihat, kerangka ini fokus pada fungsi kulit dan kemampuannya beradaptasi secara berkelanjutan.
Chief Scientific Officer Merz Aesthetics, Samantha Kerr, Ph.D., menambahkan bahwa portofolio produk perusahaan dirancang untuk menangani beragam kebutuhan kulit sekaligus mendukung ketahanannya.
“Ini penting agar kita dapat tetap tampil dan merasa percaya diri seiring bertambahnya usia,” tuturnya.
Edukasi dan Inovasi di Indonesia serta Regional
Komitmen Merz Aesthetics tidak hanya berhenti pada kampanye publik, tetapi juga menyasar peningkatan kompetensi praktisi medis. Di Indonesia, perusahaan rutin menggelar lokakarya seperti injectables workshop yang menghadirkan pakar internasional seperti dr. Nabil Fakih dari Spanyol untuk berbagi pengetahuan dengan dokter-dokter dari berbagai negara Asia.
Selain itu, ajang Merz Aesthetics Night 2026 yang digelar di Jakarta pada April lalu menjadi bentuk apresiasi bagi klinik dan praktisi yang terus berinovasi dalam layanan estetika medis.
Sebagai langkah strategis di masa depan, Merz Aesthetics juga mengumumkan rencana pendirian Research & Development Innovation Center (RDIC) di Singapura. Fasilitas ini akan menjadi pusat penelitian global yang fokus pada sains penuaan dan kesehatan kulit, memperkuat posisi perusahaan yang telah berdiri selama lebih dari 115 tahun tersebut dalam industri estetika medis dunia. (Z-1)
