
RAPPER sekaligus produser ternama asal Korea Selatan, Kim Ximya, resmi menandai kembalinya ke industri musik dengan merilis album penuh keduanya yang bertajuk Dogma. Karya ini menjadi album penuh pertama Kim dalam enam tahun terakhir, sebuah penantian panjang bagi para penggemar skena musik eksperimental.
Album yang berisi 10 lagu ini menawarkan pengalaman audiovisual yang unik. Sebelum peluncuran audionya, Kim terlebih dahulu merilis video berdurasi 26 menit dengan judul yang sama pada 4 September lalu.
Melalui pendekatan ini, pendengar diberikan dua cara untuk menikmati Dogma: melalui platform streaming audio maupun visualisasi sinematik.
Inovasi Fisik dan Kolaborasi Artistik
Dalam penggarapan album ini, Kim Ximya bekerja sama dengan Sound Supply Service, label yang dikenal luas berkat inovasi dan karakter suara yang khas. Tidak hanya dari sisi musik, Dogma juga mendobrak pakem rilisan fisik konvensional.
Alih-alih menggunakan kepingan CD biasa, album fisik Dogma hadir dalam bentuk perangkat pendengar (listening device) yang dilengkapi dengan speaker bawaan (built-in).
Menariknya, Kim juga mengonfirmasi bahwa terdapat perbedaan daftar lagu (tracklist) antara versi fisik dan digital. Inovasi ini disambut antusias oleh publik, terbukti dengan terjualnya 3.500 salinan melalui sistem pre-order.
Dari sisi visual, video musik berdurasi 26 menit tersebut disutradarai oleh seniman dan pembuat film kenamaan, Park Chan-kyong. Karya visual ini menggabungkan lukisan dan video karya Park dengan rekaman arsip dari National Museum of Modern and Contemporary Art, Korea (MMCA), menciptakan narasi visual yang mendalam bagi setiap lagu dalam album tersebut.
| Kategori | Detail |
|---|---|
| Jumlah Lagu | 10 Track (Digital & Fisik berbeda) |
| Format Fisik | Listening device dengan built-in speaker |
| Sutradara Video | Park Chan-kyong |
| Penjualan Pre-order | 3.500 Copy |
Profil Kim Ximya: Jembatan Underground dan Pop
Kim Ximya bukanlah nama baru di kancah internasional. Ia dikenal sebagai salah satu rapper paling berpengaruh di Korea Selatan yang kerap meleburkan batasan genre. Namanya telah menghiasi berbagai media global seperti The New York Times, Pitchfork, Billboard, hingga BBC Radio.
Perjalanan kariernya mulai mencuri perhatian saat ia membentuk duo XXX bersama produser FRNK. Melalui proyek seperti KYOMI, LANGUAGE, dan SECOND LANGUAGE, mereka berhasil memadukan musik dengan seni visual dan kultur kontemporer. Prestasi internasional mereka pun cukup mentereng, termasuk skor tinggi di Pitchfork dan kemenangan di Korean Music Awards 2019.
Selain proyek grup, Kim juga aktif sebagai produser dan penulis lagu. Berikut adalah rekam jejak kolaborasi dan karya Kim Ximya:
| Jenis Karya | Daftar Proyek / Kolaborator |
|---|---|
| Proyek Solo/Duo | Moonshine, DOG, Bundle 1, w18c, KYOMI (XXX) |
| Kolaborasi Musisi | Beenzino, CL, Crush, Jay Park, Cautious Clay, Simo Cell |
| Penulis Lagu | V (BTS), NewJeans |
Dengan rilisnya Dogma, Kim Ximya semakin mengukuhkan posisinya di ruang kreatif tempat eksperimentasi underground, musik elektronik, dan pop kontemporer bersatu. Konsistensinya dalam menyajikan struktur lagu yang tidak konvensional menjadikannya salah satu musisi yang paling dicari untuk kolaborasi lintas disiplin saat ini. (Z-1)
