
SUSU kedelai terus menjadi salah satu pilihan susu nabati terfavorit berkat cita rasanya yang lezat serta kandungan nutrisinya yang melimpah. Berbeda dari kebanyakan varian susu berbasis tanaman lainnya, susu kedelai menonjol sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Mengutip laporan dari Real Simple, ahli gizi Kelli Morgan, RD menjelaskan bahwa mayoritas susu nabati cenderung rendah kandungan protein, namun susu kedelai menjadi pengecualian utama.
“Banyak susu nabati relatif rendah protein, tetapi susu kedelai adalah pengecualian. Secara profil nutrisi, susu kedelai jauh lebih mendekati susu sapi ketimbang opsi susu berbasis tanaman lainnya,” kata Morgan.
Kandungan Asam Amino Lengkap dan Fortifikasi Nutrisi
Rata-rata segelas susu kedelai menyajikan sekitar 7 gram protein. Protein yang berasal dari kedelai dikategorikan sebagai protein lengkap karena mengandung sembilan jenis asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.
Guna melengkapi manfaat kesehatannya, produsen susu kedelai umumnya juga menambahkan fortifikasi nutrisi penting:
- Pengayaan Kalsium dan Vitamin D: Banyak produk susu kedelai yang diperkaya kalsium serta vitamin D untuk mendukung kesehatan tulang dan daya tahan tubuh.
- Kemudahan Konsumsi Harian: Menambahkan segelas susu kedelai ke dalam pola makan harian menjadi cara praktis untuk meningkatkan asupan protein tanpa perlu mengubah menu makanan utama.
Morgan menyarankan penggunaan susu kedelai ke dalam beragam sajian sehari-hari, mulai dari smoothie, overnight oatmeal, puding biji chia, hingga campuran kopi. Saat membeli di toko atau supermarket, ia merekomendasikan untuk memilih varian susu kedelai organik tanpa pemanis buatan (unsweetened) guna mendapatkan tekstur yang lembut sekaligus menghindari asupan gula tambahan.
(Ant/P-4)
