Menlu RI Sambut Guterres di Gedung Pancasila, Bahas Sejarah Indonesia dan PBB
Sekjen PBB Antonio Guterres di Jakarta, Senin (19/10), dalam forum Foreign Policy Circle Talks.(Dok.Kemlu RI)

MENTERI Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menyoroti kesamaan sejarah Indonesia dan Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) yang sama-sama lahir pada 1945 saat menerima Sekjen PBB Antonio Guterres di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jakarta, Senin (19/10), dalam forum Foreign Policy Circle Talks.

“Pada tahun yang sama, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, dan pada tahun yang sama pula, Perserikatan Bangsa-Bangsa lahir,” kata Arrmanatha yang akrab disapa Menlu Tata.

Ia menjelaskan bahwa meskipun Indonesia dan PBB lahir dalam situasi yang berbeda, keduanya memiliki cita-cita yang sejalan, terutama dalam memperjuangkan perdamaian dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Dua kelahiran, dua kondisi yang sangat berbeda, namun memiliki satu impian bersama, sebuah dunia yang dibangun di atas perdamaian, kebebasan, keadilan, dan martabat manusia,” jelasnya. 

Menlu Tata juga menjelaskan alasan Gedung Pancasila dipilih sebagai tempat penyambutan Sekjen PBB. Menurutnya, lokasi tersebut memiliki makna historis yang erat kaitannya dengan lahirnya prinsip-prinsip dasar negara Indonesia. Ia mengingatkan bahwa Presiden pertama RI, Soekarno, memperkenalkan gagasan Pancasila di gedung tersebut pada 1 Juni 1945.

“Maka sangatlah tepat, hanya beberapa hari menjelang usia ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk menyambut Sekretaris Jenderal di ruangan ini, ruangan tempat Indonesia menuliskan prinsip-prinsip dasarnya, dan kini menyambut sang penjaga Piagam Dunia,” tambahnya. 

Kunjungan ke Indonesia

Antonio Guterres mengunjungi Kementerian Luar Negeri pada Senin (19/10) siang. Kedatangannya disambut langsung oleh Menlu Tata di Gedung Pancasila. Setelah mengisi buku tamu, keduanya berfoto bersama.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda Guterres di Indonesia sejak Sabtu (17/10) hingga Senin (19/10).

Sebelumnya, Antonio Guterres mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Sentul, Jawa Barat. Dalam kunjungan tersebut, ia meletakkan karangan bunga dan memberikan penghormatan kepada personel pemelihara perdamaian Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas di bawah bendera PBB.

Indonesia mulai berkontribusi dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB pada 1957. Selain memberikan penghormatan, Antonio Guterres juga menyampaikan pesan motivasi kepada 180 personel TNI yang akan diberangkatkan untuk bergabung dalam Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensional PBB di Republik Afrika Tengah atau MINUSCA.

Sehari sebelumnya, pada Minggu (18/10), Sekjen PBB tersebut juga telah bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Rangkaian kunjungan Antonio Guterres ini menjadi bagian dari hubungan Indonesia dan PBB yang telah terjalin selama puluhan tahun, terutama dalam mendukung perdamaian dunia, kerja sama multilateral, serta misi pemeliharaan perdamaian internasional. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *