Rupiah Melemah ke Rp18.046 per Dolar AS Akibat Sinyal Hawkish The Fed
Ilustrasi rupiah melemah terhadap dolar AS(Antara Foto)

NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Senin (19/10). Rupiah terkoreksi tipis di tengah menguatnya ekspektasi pasar terhadap potensi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data pasar pada penutupan perdagangan Senin sore, rupiah melemah 19 poin atau 0,11 persen ke level Rp18.046 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah masih berada di posisi Rp18.027 per dolar AS.

Sinyal Hawkish dari Pejabat The Fed

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah kali ini sangat dipengaruhi oleh pernyataan para pejabat The Fed yang mengisyaratkan sikap tetap terbuka terhadap pengetatan kebijakan. Meski demikian, belum ada sinyal kuat mengenai kenaikan suku bunga pada pertemuan terdekat tanggal 27–28 Oktober.

Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok, Thailand, menegaskan komitmen bank sentral terhadap stabilitas harga. Warsh menyebutkan bahwa The Fed telah menarik sebagian akomodasi moneternya sejak bulan lalu dan akan terus mengevaluasi data ekonomi makro.

“Para pengambil kebijakan akan mengevaluasi data mengenai output, ketenagakerjaan, dan inflasi saat menentukan langkah kebijakan pada pertemuan bulan Oktober dan Desember mendatang,” ujar Ibrahim mengutip pernyataan Warsh.

Sentimen Geopolitik Global

Selain faktor kebijakan moneter AS, ketidakpastian geopolitik turut menekan pergerakan mata uang negara berkembang. Pembicaraan antara AS dan Iran yang masih menemui jalan buntu, serta meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Ansarullah di Yaman, menjadi faktor risiko tambahan bagi pasar.

Kondisi ini membuat pelaku pasar secara luas memperkirakan bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga setidaknya satu kali lagi sebelum akhir tahun 2026.

Data Kurs JISDOR Bank Indonesia

Berbeda dengan pergerakan di pasar spot yang melemah, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama justru mencatatkan penguatan tipis.






Indikator Kurs 19 Oktober 2026 Sebelumnya Perubahan
Rupiah Spot (per Dolar AS) Rp18.046 Rp18.027 -19 Poin (0,11%)
Kurs JISDOR BI Rp18.050 Rp18.052 +2 Poin

Ke depan, pergerakan rupiah diprediksi masih akan fluktuatif menunggu rilis data inflasi dan tenaga kerja Amerika Serikat yang akan menjadi acuan utama The Fed dalam menentukan arah suku bunga di sisa tahun ini. (Ant/H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *