IHSG Hari Ini Ditutup Melemah 3,64 Persen ke Level 4.996
IHSG Hari Ini Ditutup Melemah 3,64 Persen.(Dok. Antara)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (19/10) sore ditutup melemah tajam sebesar 188,50 poin atau 3,64% ke posisi 4.996,61. Pelemahan ini dipicu oleh sentimen negatif lanjutan terkait rencana MSCI yang membuka konsultasi untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa tekanan jual berlanjut untuk hari ketiga berturut-turut. “Investor cenderung menghindari aset berisiko di tengah rencana MSCI tersebut,” ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Kondisi pasar semakin tertekan setelah BEI mengumumkan penurunan batas auto rejection menjadi 7% dari sebelumnya 15%. Kebijakan ini berlaku hingga akhir tahun untuk membantu stabilitas pengambilan keputusan investor. Selain itu, sentimen domestik juga dibayangi sanksi denda administratif Rp2,1 triliun yang dijatuhkan otoritas pasar modal terkait praktik perdagangan terkoordinasi pada Jumat (16/10) lalu.

Dari sisi eksternal, bursa Asia didominasi pelemahan akibat koreksi saham teknologi dan keraguan pasar terhadap imbal hasil investasi kecerdasan buatan (AI). Beban pasar kian berat seiring kenaikan harga minyak global yang menembus 105 dolar AS per barel akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur, yang memicu kekhawatiran inflasi.

Di Amerika Serikat, Ketua The Fed Kevin Warsh menunjukkan sikap dovish dalam pertemuan IMF di Bangkok. Pasar kini memperkirakan probabilitas 84% bahwa suku bunga akan dipertahankan pada rapat kebijakan 27-28 Oktober mendatang, mengingat The Fed telah memasuki periode blackout.

Data perdagangan menunjukkan seluruh atau sebelas sektor saham melemah. Sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 4,57%, disusul sektor infrastruktur (4,45%) dan barang konsumen non-primer (4,09 persen). Sebanyak 691 saham terkoreksi, sementara hanya 103 saham yang menguat.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,59 juta kali transaksi dengan volume 32,34 miliar lembar saham senilai Rp25,17 triliun. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut merosot 20,10 poin atau 3,95% ke posisi 488,46. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *