
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan penyemaian dry ice dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan (Sumsel). Langkah ini diambil menyusul beredarnya video viral yang memperlihatkan dugaan bongkahan es merusak atap rumah warga di Palembang.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto, menjelaskan bahwa evaluasi bertujuan memastikan ukuran material penyemaian sesuai ketentuan teknis. Hal ini penting guna menjamin keamanan masyarakat selama proses OMC berlangsung.
Secara teknis, bahan baku dry ice untuk penyemaian awan idealnya berukuran sekitar tiga milimeter. Namun, Siswanto mengakui adanya potensi butiran es menyatu menjadi bongkahan akibat penyimpanan di ruang pembeku dengan suhu sangat rendah.
Pada hari pertama uji coba, diketahui lubang pembuangan material pada pesawat belum dilengkapi jaring penyaring khusus. Temuan ini langsung ditindaklanjuti oleh tim operasional dengan memasang alat penyaring dan pemecah material.
“Untuk hari berikutnya itu sudah menjadi evaluasi kami, itu ada penyaring ukurannya sendiri, kemudian ada alat pemecahnya, sehingga ukuran dry ice pada saat disemai sudah kecil,” ujar Siswanto di Palembang, Senin (19/10).
Terkait kerusakan atap seng warga yang terekam dalam video, BMKG menyatakan keraguannya. Siswanto menjelaskan bahwa bongkahan es yang dijatuhkan dari ketinggian akan mengalami gesekan udara yang signifikan, sehingga ukurannya dipastikan mengecil sebelum menyentuh permukaan tanah.
“Kalau dampaknya sampai merusak atap ini kayaknya kurang jelas, kalau atap seng saya yakin enggak. Karena kalaupun bongkahan awal agak besar, ketika dijatuhkan dari ketinggian tertentu dia akan tergesek oleh angin, harusnya mengecil,” tambahnya.
Meskipun demikian, BMKG berkomitmen untuk terus memperketat prosedur operasional penyemaian awan. Evaluasi rutin dilakukan agar pelaksanaan OMC tetap berjalan optimal dalam memodifikasi cuaca sekaligus menjaga keamanan warga di bawah jalur penerbangan. (Z-10)
