Tangani Karhutla Kalteng, Operasi Udara akan Dimaksimalkan
Penanganan karhutla di Kalteng akan memaksimalkan operasi water bombing.(dok.istimewa)

MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Antoni mengatakan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui water bombing di Kalimantan Tengah terus dimaksimalkan. Hari ini, operasi water bombing telah dilakukan sebanyak 16 kali untuk membantu penanganan karhutla, khususnya di kawasan Tanjung Puting.

“Alhamdulillah mulai kemarin sudah berusaha untuk diterbangkan dan hari ini berhasil untuk melakukan water bombing 16 kali water bombing. Kita tambah lagi nanti ada dua heli dari TNI dan satu dari kehutanan. Jadi kita akan lakukan water bombing secara maksimum,” kata Menhut Raja Antoni, Sabtu (17/10).

Menhut Raja Antoni menjelaskan, pengerahan helikopter water bombing dilakukan setelah helikopter yang sebelumnya berada di Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan, digeser menuju Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Langkah tersebut diambil karena sejumlah bandara utama di Kalimantan Tengah terkendala jarak pandang (visibility) untuk penerbangan helikopter water bombing.

“Operasi udara kedua ya, water bombing yang sudah saya janjikan sebelumnya karena seluruh airport utama di Tjilik Riwut tidak bisa diterbangkan helikopter bombing karena visibility yang terbatas. Maka kita geser helikopter bombing yang ada di Samsudin Noor Kalimantan Selatan ke Kuala Pembuang. Kuala Pembuang di Seruyan, ya,” ujar Menhut Raja Antoni.

Operasi water bombing juga sempat menghadapi kendala ketersediaan avtur di Kuala Pembuang. Menhut mengatakan pemerintah langsung mencari solusi agar kebutuhan bahan bakar untuk mendukung operasi udara tersebut dapat dipenuhi.

“Ada masalah dengan avtur ya karena tidak tersedia avtur di Kuala Pembuang. Alhamdulillah tadi saya telepon Dirut Pertamina, beliau juga secara cepat, secara menyediakan avtur untuk water bombing,” katanya.

Selain water bombing, Menhut Raja Antoni mengarakan strategi pemadaman melalui udara juga dilakukan dengan OMC semai Garam (NaCl), dan OMC Dry Ice. 

“Jadi tiga ini udara kita kerjakan ya. Dan kita akan terus sekali lagi tidak akan lepas tangan, tidak akan cuci tangan tapi memaksimumkan potensi kita untuk menjaga masyarakat kita dari api,” tegasnya. (Ant/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *