
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Hasilnya dilaporkan hujan terjadi di sejumlah wilayah Kalteng. Sebelumnya, Menhut Raja Antoni bersama Pangdam XXII/TB Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar) AKBP Joko Handono, Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto, Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf. Makin, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Iskandar Kotawaringin Barat BMKG, Nur Setiawan, melakukan rapat penanganan karhutla di Kalteng Rabu (14/10). Salah satunya membahas potensi awan hujan dan menyemai awan yang memenuhi kondisi untuk mendukung terbentuknya hujan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Iskandar Kotawaringin Barat BMKG, Nur Setiawan, mengatakan BMKG telah memperkirakan potensi hujan yang cukup tinggi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah pada 15–16 Oktober 2026.
“Jadi sebagaimana yang kita sampaikan pada rapat terbatas pada hari Kamis sore, yang mana kami sampaikan bahwa potensi hujan yang banyak terjadi di wilayah Kalimantan Tengah pada tanggal 15 dan 16 cukup tinggi,” kata Nur Setiawan, Sabtu (17/10).
Ia mengatakan BMKG memberikan dukungan aktif terhadap upaya penanganan karhutla di wilayah tersebut. Pemantauan cuaca dilakukan untuk mendukung langkah pemerintah dalam memanfaatkan potensi hujan di tengah kondisi kebakaran yang masih menjadi perhatian.
Dalam konfirmasi selama dua hari, BMKG mencatat hujan cukup deras di sejumlah wilayah, antara lain Katingan Selatan, Kota Palangka Raya, dan Kasongan. Sementara itu, Pangkalan Bun juga mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Menhut Raja Antoni mengatakan OMC akan terus dilakukan dengan memantau potensi awan hujan yang dapat disemai. Operasi ini menjadi salah satu bagian dari upaya udara pemerintah, yang berjalan bersama pengerahan personel dan peralatan pemadaman di darat untuk menangani karhutla di Kalimantan Tengah.
“Jadi sekali lagi, kondisi Kalimantan sedang tidak baik-baik saja. Tapi insyaallah pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin hadir untuk terus berjuang dari semua sektor darat, udara, kemudian memastikan bahwa kita tidak akan kalah oleh kebakaran hutan dan lahan. Sekali lagi terima kasih, semoga Kalimantan dan Sumatera segera pulih,” ujar Menhut Raja Antoni. (Ant/P-3)
