
PENGAMAT mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut harga minyak mentah dunia WTI crude oil kemungkinan ditransaksikan di kisaran US$94,20 sampai US$104,80 per barel pada perdagangan pekan depan. Menurutnya, harga minyak mentah WTI kemungkinan masih akan di atas US$100 per barel.
“Ketegangan di Timur Tengah yang semakin memanas kemungkinan besar harga minyak mentah akan kembali di atas US$100 per barel. Kemungkinan mencapai di US$104,80 per barel, bisa saja di US$105 per barel,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Minggu (18/10).
Ibrahim menyebut situasi geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur yang terus memanas membuat harga minyak dunia mengalami penguatan.
Di Eropa Timur, Ukraina melakukan penyerangan kembali terhadap kilang-kilang minyak di Rusia. Rusia pun terus melakukan penyerangan terhadap wilayah-wilayah Ukraina yang membuat ketegangan semakin memanas.
“Apalagi (Presiden AS) Trump mengatakan apa yang dilakukan oleh (Presiden Ukraina) Zelensky tidak sesuai dengan keinginan Amerika. Zelensky mengatakan bahwa Amerika ada keterlibatan mendukung Rusia,” ujar Ibrahim.
“Ini memanaskan situasi di Eropa Timur yang kemungkinan besar perang ini tidak akan pernah usai. Walaupun Trump selesai sebagai presiden kemungkinan besar masih akan terus panjang peperangan di Eropa Timur,” imbuhnya.
Di Timur Tengah, Iran terus melakukan penyerangan terhadap kapal-kapal yang ada di Selat Hormuz. Kemudian Amerika terus melakukan serangan balik terhadap kapal-kapal yang ada di Selat Hormuz yang berhubungan dengan Iran.
“Ini memanaskan situasi yang cukup kompleks. Apalagi Houthi terus melakukan penyerangan juga terhadap wilayah-wilayah Arab Saudi. Arab Saudi pun juga sama melakukan penyerangan terhadap Houthi,” papar Ibrahim.
“Ini pun juga membuat situasi di Timur Tengah semakin memanas karena di luar dugaan Houthi Yaman mempunyai persenjataannya cukup canggih sehingga Arab Saudi mengalami kekurangan pasokan. Pasalnya pangkalan-pangkalan militer di Arab Saudi sudah dilumpuhkan oleh Iran sehingga misil-misil ini sudah kehabisan,” pungkasnya. (Z-2)
