
KATIE Zacharia resmi meninggalkan jabatannya sebagai Juru Bicara Gedung Putih. Keputusan ini dikonfirmasi oleh BBC pada Sabtu (17/10) WIB, menandai berakhirnya masa jabatan singkat yang diwarnai kritik tajam sejak debut publiknya yang dinilai gagal.
Presiden Donald Trump, saat berbicara kepada wartawan sesaat sebelum kabar pengunduran diri tersebut mencuat, mengungkapkan bahwa ia telah memberikan pilihan kepada Zacharia.
“Saya katakan padanya, ‘Kamu tidak harus melakukan ini jika tidak mau’. Sejujurnya, jika saya jadi kamu, saya akan mempertimbangkannya kembali,” ujar Trump di depan helikopter Marine One.
Trump menambahkan bahwa Zacharia telah diperlakukan dengan “cukup kejam” oleh media.
“Kamu tidak perlu diperlakukan seburuk ini,” lanjutnya, merujuk pada tekanan bertubi-tubi yang diterima Zacharia sepanjang pekan pertamanya bekerja.
Kronologi Sepekan yang Kacau
Kejatuhan Zacharia bermula pada Selasa (13/10) lalu saat ia memimpin press briefing perdananya. Dalam sesi yang hanya berlangsung kurang dari 15 menit tersebut, Zacharia tampak sangat gugup, terus membaca catatan dari buku, dan hanya menerima tiga pertanyaan dari wartawan. Bahkan, ia sempat melakukan kesalahan fatal dengan menyebut suaminya sebagai presiden.
Namun, isu yang paling merusak kredibilitasnya adalah terkait latar belakang hukumnya. Meskipun Trump dan timnya menyebut Zacharia sebagai seorang pengacara lulusan Pepperdine University, ia memberikan jawaban membingungkan saat ditanya di mana ia lulus ujian profesi hukum (bar exam).
| Waktu | Kejadian Utama |
|---|---|
| Selasa | Debut briefing (14 menit); mengklaim lulus ujian profesi hukum di Tiongkok. |
| Kamis | Mengakui tidak lulus bar exam di AS setelah penyelidikan media. |
| Jumat Pagi | Wawancara di Fox & Friends; mengaku tidak memberi tahu Trump soal status hukumnya. |
| Jumat Sore | BBC mengonfirmasi pengunduran diri Zacharia dari Gedung Putih. |
Tekanan dari Media Konservatif dan Oposisi
Tekanan tidak hanya datang dari media arus utama, tetapi juga dari saluran yang biasanya mendukung Trump. Dalam wawancara di Fox News, Sean Hannity mempertanyakan mengapa Zacharia tidak berterus terang sejak awal bahwa ia tidak pernah berpraktik hukum di AS. Zacharia berdalih bahwa ia dipekerjakan untuk peran komunikasi, bukan hukum, dan mengklaim memiliki kredibilitas saat menangani transaksi internasional di Tiongkok.
Di sisi lain, Partai Demokrat memanfaatkan momentum ini sebagai simbol kegagalan manajemen pemerintahan Trump menjelang pemilihan paruh waktu November mendatang.
“Juru Bicara Gedung Putih telah pergi. Ekstremis MAGA terus berantakan,” tulis Hakeem Jeffries, pemimpin Demokrat di DPR, melalui platform X.
Rekor Tercepat
Kepergian Zacharia mencatatkan namanya sebagai salah satu pejabat dengan masa jabatan tersingkat di lingkaran komunikasi Trump, melampaui rekor Anthony Scaramucci yang hanya bertahan 10 hari pada periode pertama Trump.
Menanggapi hal ini, Scaramucci menulis di media sosial, “Rekor memang diciptakan untuk dipecahkan, tapi saya tidak merasa senang atas penderitaan orang lain.” (bbc/Z-1)
