
SEBAGAI salah satu tempat awal masyarakat berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan, apoteker berperan krusial dalam mengedukasi masyarakat cara membersihkan, melindungi, dan merawat luka dengan tepat.
Tidak hanya pasien yang harus mencari tahu lebih banyak mengenai penanganan luka yang tepat, para apoteker juga harus dibekali pengetahuan yang memadai agar bisa berdiri di garda terdepan ketika pasien kebingungan untuk merawat lukanya.
“Perawatan luka yang tepat tidak berhenti pada bagaimana luka bisa sembuh, tetapi juga perlu memperhatikan bagaimana kita melindungi luka sejak awal dan merawat bekas luka dengan baik,” ujar Dr. apt. Lush Noviani, MM selaku apoteker dan narasumber pada acara Hansaplast First Aid Conference 2026 di hari Sabtu (12/9).
Menurutnya, penting bagi tenaga kesehatan, khususnya apoteker, untuk memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai perawatan luka dan dapat menyampaikan informasi tersebut dengan cara yang mudah dipahami masyarakat. Dalam upaya membantu para apoteker, ia menjelaskan 3 tips bagi apoteker agar dapat memberikan konsultasi yang tepat kepada pasien terluka:
1. Menggali Informasi Luka secara Mendalam
Ia membagikan beberapa sugesti pertanyaan bagi apoteker yang tengah menghadapi pasien yang terluka. Seperti kapan terjadinya luka, apa yang diharapkan dari luka yang terjadi, serta bentuk aktivitas apa yang pasien akan lakukan di kedepannya.
“Misalnya kalau pramugari, itu kan ingin lukanya sembuh tapi nggak kelihatan,” ucap Dr. Lusy
2. Sediakan Solusi Sesuai Kebutuhan
Berlanjut setelah menggali informasi lebih dalam, apoteker baru dapat menyediakan solusi untuk penanganan dan perawatan luka yang sesuai dengan harapan serta aktivitas pasien. Satu solusi tidak dapat dipakai ke semua pasien, masing-masing memiliki solusinya sendiri.
Ia juga mengingatkan bahwa luka kecil dapat memburuk apabila dibiarkan, maka dari itu penting sekali mengetahui produk yang harus dimiliki sesuai kebutuhan masing-masing dan langkah penanganan luka agar tidak membekas.
3. Cek Ulang Kepada Pasien
Setelah apoteker selesai menjelaskan solusi yang sesuai bagi kebutuhan pasien, cek kembali untuk memastikan pasien paham mengenai tahap-tahap penanganan dan perawatan luka agar meminimalisir kesalahan.
“Luka setelah dibersihkan dengan antiseptik, diberikan salep sedikit agar cepat penyembuhannya dan tidak berbekas, setelah itu baru dipakai produknya,” jelasnya. Tahap berikut sangat penting sifatnya untuk memastikan penyembuhan terjadi secara maksimal.
Dr. Lusy menegaskan kepada para apoteker untuk ingat 3 tips penting ini apabila melakukan konseling dengan pasien yang memiliki waktu untuk mendengarkan.
“Supaya tidak ada yang hilang atau terlewatkan di dalam konseling kita,” jelasnya.
