Perkuat Pengelolaan Hutan Lestari dan Mitigasi Bencana Kehutanan, 14 Ribu Tenaga Teknis Kehutanan Siap Dimobilisasi
Pemerintah mendorong penguatan peran Tenaga Teknis Pengelolaan Hutan.(Dok.Istimewa)

SEKTOR kehutanan Indonesia terus dihadapkan pada tantangan berat, mulai dari tekanan deforestasi hingga tingginya risiko bencana alam. Untuk menghadapi ancaman tersebut, pemerintah mendorong penguatan peran Tenaga Teknis Pengelolaan Hutan sebagai garda terdepan di lapangan untuk mewujudkan pengelolaan hutan lestari.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (Dirjen PHL) Kementerian Kehutanan, Laksmi Wijayanti, menegaskan bahwa keberadaan sekitar 14.000 tenaga teknis yang terwadahi dalam Asosiasi Tenaga Teknis (Asganis) Pengelolaan Hutan (PH) memiliki nilai yang sangat strategis dalam memitigasi risiko bencana dan menjaga kelestarian ekosistem.

“Pengelolaan hutan di tanah air masih menghadapi situasi tekanan terhadap deforestasi dan risiko bencana. Kita tidak bisa menutup mata bahwa tantangannya masih berat sekali,” ujar Laksmi dalam Musyawarah Nasional (Munas) Asganis PH di Sleman, D.I. Yogyakarta, Rabu (14/10).

Laksmi menjelaskan, kunci utama dalam menjawab tantangan bencana dan kelestarian lingkungan adalah tata kelola yang utuh serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) secara terstruktur. Tenaga teknis di tapak memegang peranan krusial karena menguasai pengetahuan langsung di lapangan, mulai dari perencanaan, pembinaan, penatausahaan hasil hutan, hingga perlindungan kawasan.

“Yang kita butuhkan sekarang itu tata kelola yang utuh sehingga semua tenaga profesi yang memiliki knowledge di situ harus dimobilisasi secara terstruktur agar kualitas tata kelola hutan semakin baik,” ungkap dia.

Melalui pembentukan Asganis PH, pemerintah berharap profesionalisme, efektivitas, dan kapasitas para tenaga teknis dapat terus ditingkatkan demi menjamin keberlanjutan fungsi hutan Indonesia sebagai benteng alam penahan bencana.

Ketua Asganis PH, Didi Kuntoro, menambahkan, 14 ribu anggotanya saat ini tersebar di berbagai sektor di seluruh Indonesia, termasuk di lingkungan pemerintahan, swasta, hingga program kehutanan sosial.

Didi optimistis wadah ini dapat meningkatkan profesionalisme para anggota dalam menjalankan tugas-tugas pengelolaan hutan yang kompleks di lapangan.

“Mudah-mudahan kami bisa bekerja secara profesional dalam prosesi tugas-tugas pengelolaan hutan yang sangat banyak, yang pada akhirnya dapat mendukung pengelolaan kehutanan yang berkelanjutan dan lestari,” turup Didi. (E-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *