Korban Meninggal Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang
Petugas BPBD Kabupaten Malang melakukan proses pendinginan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026).(Antara/Irfan Sumanjaya)

JUMLAH relawan yang meninggal dunia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, bertambah satu orang. Dengan tambahan ini, total petugas dan relawan yang gugur saat memadamkan api menjadi empat orang.

Bupati Probolinggo, Muhammad Haris, mengonfirmasi bahwa tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Satu korban lain mengembuskan napas terakhir saat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas.

Adapun identitas korban meninggal dunia terdiri dari tiga petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yakni Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Hendra Rony. Satu korban lain ialah Sefriel Ardiansyah, yang merupakan pekerja hotel di Artotel Bromo.

“Kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas nama pribadi dan Pemkab Probolinggo untuk relawan yang meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran di Gunung Bromo,” ujar Haris dalam konferensi pers di RSUD Tongas, Kamis (15/10) malam.

Kondisi Korban Luka

Selain korban jiwa, terdapat dua relawan lain, yakni Munawi dan Suraji, yang mengalami luka bakar serius. Keduanya saat ini dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan intensif.

Haris memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan para korban akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo dengan berkoordinasi bersama pihak TNBTS.

“Mudah-mudahan kedua relawan tersebut dapat ditangani dengan baik dan kondisinya bisa membaik,” tuturnya.

Kronologi Kejadian

Bupati menjelaskan bahwa insiden tragis ini bermula saat 12 orang melakukan upaya pemadaman karhutla sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Namun, kondisi kebakaran yang meluas secara mendadak menyebabkan tim terpisah.

Enam orang di antaranya terjebak di tengah kepungan api lantaran arah angin yang berbelok dengan sangat cepat. Haris menyebutkan bahwa meski karhutla di kawasan TNBTS merupakan fenomena rutin tahunan, kejadian kali ini menjadi yang pertama kali menimbulkan korban jiwa.

Ia juga menekankan bahwa selama ini penanganan karhutla telah dilakukan dengan cermat. Bahkan, Kepala BNPB sempat turun langsung ke kawasan Bromo untuk memastikan prioritas keselamatan petugas di lapangan. (Ant/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *