Konferensi ASIC 2026 Bali: Perkuat Kualitas Sekolah dan Akreditasi Internasional
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PARA pemimpin pendidikan, pembuat kebijakan, guru, dan profesional penjaminan mutu berkumpul di Bali pada Jumat (16/10) untuk menghadiri Konferensi Sekolah ASIC 2026. Pertemuan internasional ini bertujuan mengeksplorasi pendekatan praktis dalam meningkatkan standar pendidikan serta hasil belajar siswa di Indonesia.

Diselenggarakan oleh ASIC, konferensi yang dihelat di ANVAYA Beach Resort Bali ini mengusung tema “Meningkatkan Standar, Memperkuat Sekolah: Jalur Praktis Menuju Kualitas dan Perbaikan.” Acara ini menjadi wadah strategis bagi pendidik, pimpinan sekolah, dan mitra industri untuk bertukar pikiran serta mendiskusikan solusi atas tantangan pendidikan kontemporer.

Konferensi ini menyajikan berbagai diskusi panel yang membahas kepemimpinan sekolah efektif, transformasi digital, hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan. Beberapa sesi utama meliputi pembahasan mengenai praktik sekolah berkualitas tinggi, kesiapan menyongsong masa depan melalui kurikulum digital, serta kolaborasi antara sekolah Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) dan sekolah nasional.

Program ini turut menghadirkan perwakilan dari organisasi global seperti Google for Education, Cambridge International Education, dan ASK Consulting. Pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya akreditasi yang melampaui sekadar kepatuhan regulasi, melainkan menjadi alat praktis untuk perbaikan sekolah yang berkelanjutan.

Kolaborasi Strategis dengan Cambridge International Education

Salah satu sorotan utama dalam acara ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ASIC dan Cambridge International Education. Kerja sama ini menandai langkah penting dalam menyelaraskan kerangka kerja ‘Kunjungan Persetujuan Ulang Sekolah (School Reapproval Visit/SRV)’ milik Cambridge dengan standar akreditasi internasional ASIC.

Sinergi ini bertujuan untuk mengefisiensikan proses dokumentasi akreditasi bagi sekolah-sekolah di Indonesia, sehingga tidak terjadi pengulangan proses yang tidak perlu, mengingat kedua lembaga memiliki visi penjaminan mutu yang selaras.

Selain itu, konferensi ini merayakan pencapaian Lius Ciputera, Direktur Operasional Karunia Global School, sebagai inspektur ASIC pertama dari Indonesia yang menyelesaikan pelatihan penuh. Lius menamatkan program pelatihan selama enam bulan yang mencakup 50 jam pengembangan profesional, sebuah langkah nyata ASIC dalam memperkuat kapasitas penjaminan mutu lokal.

Mendorong Perbaikan Berkelanjutan

CEO ASIC, Lee Hammond, dalam pidatonya menekankan bahwa standar pendidikan harus bertransformasi menjadi peningkatan nyata bagi siswa. Menurutnya, kualitas sekolah tidak hanya ditentukan oleh sertifikat akreditasi atau hasil ujian semata.

“Sekolah berkualitas tinggi ditentukan oleh komitmen berkelanjutan mereka untuk berbuat lebih baik bagi para siswanya setiap hari,” tegas Lee. Ia menambahkan bahwa konferensi ini dirancang untuk menjembatani kolaborasi antara sekolah nasional dan internasional dalam menghadapi tantangan pendidikan yang serupa.

Kegiatan ini didukung penuh oleh Google for Education sebagai Mitra Utama, Cambridge International Education sebagai Mitra Kurikulum, dan ASK Consulting. ASIC berharap gagasan praktis yang dibagikan selama konferensi dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas sekolah secara luas di Indonesia. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *