
NGANTUK adalah kondisi ketika tubuh dan otak mulai membutuhkan istirahat atau tidur, yang ditandai dengan rasa ingin memejamkan mata, sering menguap, kelopak mata terasa berat, dan menurunnya tingkat kewaspadaan.
Rasa ngantuk merupakan respons alami tubuh yang dapat muncul akibat kurang tidur, kelelahan, aktivitas yang berlangsung lama, atau perubahan ritme biologis tubuh.
1. Berhenti di Tempat Aman
Jika mulai mengantuk ketika berkendara, langkah paling penting adalah segera mencari tempat aman untuk berhenti. Jangan memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika konsentrasi mulai menurun.
2. Tidur Sejenak Sebelum Melanjutkan Perjalanan
Tidur singkat sekitar 15-20 menit dapat membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara bagi sebagian orang yang mengantuk.
3. Pastikan Tidur Cukup Sebelum Berkendara
Kurang tidur merupakan salah satu penyebab utama kantuk saat berkendara. Karena itu, persiapkan kondisi tubuh sebelum melakukan perjalanan jauh.
4. Hindari Berkendara pada Jam Rawan Mengantuk
Tubuh memiliki ritme biologis yang membuat rasa kantuk cenderung meningkat pada waktu tertentu, terutama pada malam hingga dini hari dan pada awal hingga pertengahan sore.
5. Beristirahat Secara Berkala
Berkendara dalam waktu lama dapat menimbulkan kelelahan fisik dan mental. Karena itu, pengemudi perlu menyediakan waktu untuk berhenti secara berkala.
6. Minum Air Putih yang Cukup
Kekurangan cairan dapat menimbulkan kelelahan, sakit kepala, dan kesulitan berkonsentrasi pada sebagian orang.
7. Konsumsi Makanan Secukupnya
Makan dalam porsi sangat besar sebelum berkendara dapat membuat sebagian orang merasa lesu atau mengantuk. Sebaliknya, tidak makan dalam waktu lama juga dapat membuat tubuh terasa lemah.
8. Batasi Konsumsi Kafein sebagai Solusi Sementara
Kafein dalam kopi atau teh dapat membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara. Namun, efeknya membutuhkan waktu untuk muncul dan tidak dapat menggantikan tidur yang cukup.
9. Kenali Tanda-Tanda Mengantuk
Pengemudi perlu mengenali tanda kantuk sebelum kondisi semakin parah. Beberapa tandanya meliputi sering menguap, kelopak mata terasa berat, sulit mempertahankan fokus, sulit mengingat beberapa bagian perjalanan, kendaraan mulai menyimpang dari jalur, respons terhadap kondisi jalan menjadi lebih lambat.
10. Jangan Mengandalkan Musik Keras atau Membuka Jendela
Memutar musik dengan volume tinggi, berbicara dengan penumpang, atau membuka jendela mungkin membuat pengemudi merasa lebih terjaga sesaat. Namun, cara-cara tersebut tidak terbukti dapat mengatasi kantuk secara andal.
11. Rencanakan Perjalanan dan Siapkan Pengemudi Pengganti
Perencanaan yang baik membantu mengurangi risiko berkendara ketika tubuh kelelahan. Sebelum berangkat, tentukan rute, lokasi istirahat, dan perkiraan waktu perjalanan.
Mengatasi ngantuk saat berkendara bukan sekadar menjaga mata tetap terbuka, melainkan memastikan tubuh dan pikiran benar-benar siap mengemudi. (Z-4)
Sumber: hellosehat, halodoc
