Kelompok Tani Lestari Kebonsari di Surabaya Mendapatkan Pendampingan
Sosialisasi, edukasi, dan pendampingan kepada Kelompok Tani Lestari di Surabaya.(Dok.Istimewa)

PT Pegadaian melalui Divisi ESG dan Kantor Wilayah XII Surabaya bersama Forum Tani Organik Terpadu (Fortegif) Indonesia memberikan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan kepada Kelompok Tani Lestari di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Jambangan, Surabaya. Program tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian perkotaan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia itu merupakan bagian dari program The Gade Integrated Farming (TGIF) dengan semangat Menabur Benih, Menuai Emas. Program tersebut mendorong masyarakat mengoptimalkan pemanfaatan lahan di kawasan perkotaan untuk kegiatan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal Fortegif, Baharudin Rahman, mengatakan petani memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan nasional.

Ia mengutip penggalan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yakni Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku, bangsaku, rakyatku, semuanya, untuk menggambarkan pentingnya peran petani bagi bangsa.

“Artinya, tugas petani adalah sebagai penjaga tanah negeri Indonesia. Melalui program The Gade Integrated Farming, kita bersama-sama menabur benih dan menuai emas,” ujar Baharudin.

Kepala Departemen ESG PT Pegadaian, Meri Andriati Surya, berharap kegiatan sosialisasi dan lokakarya TGIF dapat meningkatkan pengetahuan serta kemampuan peserta dalam mengembangkan pertanian perkotaan.

Menurut dia, kegiatan tersebut harus menghasilkan penerapan nyata di lapangan, bukan sekadar menambah pengetahuan. Kolaborasi antara perusahaan, pendamping, pemerintah daerah, dan kelompok tani juga perlu diperkuat agar program memberikan manfaat berkelanjutan.

“Melalui workshop dan sosialisasi TGIF ini, kita tidak hanya memperoleh pemahaman dan pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata. Saya berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi, dan membangun pola pikir yang lebih inovatif,” kata Meri.

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Deputy Operasional PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Alfafatih Rosada, menambahkan, keberhasilan program ditentukan oleh penerapan ilmu yang diperoleh peserta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap pendampingan tersebut dapat memperluas partisipasi warga, terutama generasi muda, dalam kegiatan pertanian perkotaan. “Semoga ilmu yang didapat hari ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi bisa dipraktikkan untuk meningkatkan ekonomi warga dan menjadi contoh yang baik. Semoga program ini menjangkau lebih luas hingga kalangan milenial atau pemuda,” ujarnya.

Camat Jambangan Ahmad Yardo Wifako mengapresiasi dukungan Pegadaian melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Ia berharap pendampingan tersebut memberikan manfaat di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat sekitar.

Menurut dia, pertanian perkotaan perlu dikembangkan sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.

“Bertani bukan hanya masalah pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan, tetapi bertani itu keren dan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga,” kata Ahmad.

Pendampingan Berkelanjutan

Program TGIF tidak hanya mencakup sosialisasi, tetapi juga diskusi interaktif, evaluasi kendala yang dihadapi petani, serta penyusunan langkah pendampingan lanjutan bersama FORTEGIF.

Pendampingan tersebut diarahkan untuk membantu Kelompok Tani Lestari mengatasi kendala teknis dan manajerial, meningkatkan produktivitas, serta mengembangkan usaha pertanian yang berkelanjutan.

Dukungan itu diharapkan mendorong kelompok tani tersebut menjadi percontohan pertanian perkotaan di Surabaya yang mampu berkembang secara mandiri dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya.

Melalui program TJSL ini, Pegadaian juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama penghapusan kelaparan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta penanganan perubahan iklim.

Kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, pendamping, dan masyarakat diharapkan dapat memperluas pengembangan pertanian perkotaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. (E-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *