Kabut Asap Karhutla Mulai Selimuti Aceh, Penerbangan di Bandara Rembele Terganggu
Kabut asap tampat di persawahan Blang Reubee, Kecamatan Delima, Pidie, Aceh.(Dok. MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

KABUT asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah lokasi di Sumatra mulai menyelimuti Provinsi Aceh dalam tiga hari terakhir. Meski baru berlangsung singkat, sebaran asap dilaporkan meluas dengan sangat cepat hingga mengganggu aktivitas transportasi udara.

Jika pada awal kemunculannya kabut asap hanya menyelimuti kawasan timur Aceh seperti Aceh Tamiang dan Kota Langsa, pada Kamis (15/10/2026), sebaran asap telah mencapai wilayah barat selatan hingga ke Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh. Kondisi udara yang semakin pekat menyebabkan jarak pandang terus berkurang.

Gangguan Penerbangan di Bandara Rembele

Dampak paling signifikan mulai dirasakan pada sektor transportasi udara. Di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, jadwal penerbangan pesawat Susi Air tujuan Kuala Namu, Sumatra Utara, sempat mengalami gangguan pada Kamis (15/10).

Humas Bandara Rembele, Ariadi, mengonfirmasi adanya penundaan jadwal keberangkatan akibat kondisi ruang udara yang tidak memungkinkan. “Sebelumnya rencana penerbangan pukul 12.25 WIB, lalu terjadi perubahan menjadi pukul 13.55 WIB,” ujar Ariadi.

Penundaan tersebut dilakukan karena ruang udara di jalur Bener Meriah diselimuti kabut pekat. Langkah ini diambil sebagai prosedur keselamatan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan penerbangan akibat terbatasnya jarak pandang.

Imbauan Kesehatan bagi Masyarakat

Selain mengganggu transportasi, pekatnya kabut asap kiriman ini juga memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Pemerintah di berbagai kabupaten/kota di Aceh mulai mengeluarkan seruan agar warga meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, Apriadi, meminta warga untuk selalu menggunakan pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan. “Saat keluar rumah, masyarakat diharapkan memakai masker,” tegasnya.

Imbauan serupa juga dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Selatan. Warga diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, membatasi penggunaan kendaraan bermotor untuk mengurangi polusi tambahan, dan selalu menggunakan masker medis atau N95 saat berada di area terbuka.

Hingga saat ini, otoritas terkait terus memantau pergerakan kabut asap dan berharap kondisi udara segera pulih seiring dengan upaya pemadaman titik api di sumber kebakaran. (H-3)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *