Houthi Serang Istana Presiden Yaman dengan Rudal Balistik, 5 Orang Tewas
Ilustrasi: Para tentara Houthi berjaga di atas kendaraan pengangkut rudal dalam sebuah parade militer.(MOHAMMED HUWAIS / AFP)

KELOMPOK Houthi melancarkan serangan rudal balistik yang menghantam Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, ibu kota sementara Yaman, pada Kamis (15/10). Menteri Kesehatan Yaman mengonfirmasi bahwa insiden tersebut mengakibatkan lima orang tewas dan 16 lainnya mengalami luka-luka.

Seorang sumber dari pemerintah setempat mengungkapkan kepada Anadolu bahwa serangan tersebut melibatkan sedikitnya lima rudal balistik. Saat hantaman terjadi, sejumlah anggota kabinet pemerintahan Yaman dilaporkan tengah berada di dalam kompleks istana.

Menteri Kesehatan Yaman, Qassem Buhaibeh, menyampaikan melalui akun media sosial resminya bahwa korban tewas mencakup petugas keamanan serta pegawai sipil yang bertugas di kompleks kepresidenan.

Buhaibeh menyebut aksi ini sebagai pengulangan dari tragedi serangan berdarah terhadap Pemerintah Yaman di Bandara Aden pada Desember 2020 lalu, seraya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan terhentikan dan bakal tetap menjalankan kewajibannya kepada rakyat.

Di sisi lain, Kementerian Penerangan Yaman mengonfirmasi bahwa Perdana Menteri Yaman Shaya al-Zindani bersama jajaran menteri lainnya dipastikan berada dalam kondisi aman dan selamat dari serangan tersebut.

Sejumlah rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari area Istana Kepresidenan Al-Maashiq. Berdasarkan laporan kantor berita Saba, dampak hantaman rudal turut merusak pemukiman warga sipil di sekitar istana. Selain di Aden, kelompok Houthi juga dilaporkan melepaskan tembakan rudal balistik ke kawasan pemukiman di Kota Marib.

Dari pihak lawan, stasiun televisi milik Houthi, Al-Masirah TV, membenarkan adanya gempuran tersebut dengan mengutip sumber militer. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa sasaran tembak mereka adalah markas operasi perang Arab Saudi di Aden, seraya menegaskan bahwa seluruh keberadaan fasilitas militer Arab Saudi merupakan target sah untuk diserang.

Serangan ini mencatatkan sejarah baru sebagai hantaman rudal pertama yang menyasar langsung istana kepresidenan sejak eskalasi pertempuran antara Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, kembali pecah pada Juli lalu.

Yaman sendiri terus terjerat konflik berkepanjangan sejak Houthi menguasai Ibu Kota Sanaa pada 2014, yang memaksa pemerintah sah memindahkan pusat pemerintahan ke Aden.

Koalisi pimpinan Arab Saudi kemudian melakukan intervensi militer pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman. Eskalasi permusuhan terkini kembali memuncak setelah kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pada 2022 lalu gagal dipertahankan.

(Ant/Anadolu/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *