Sungai Ciliwung Menyusut, Operasional PDAM Tirta Asasta Depok Terganggu
Sejumlah anak bermain di sungai Ciliwung yang debit airnya menyusut di wilayah Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026).(ANTARA/Arif Firmansyah)

SUNGAI Ciliwung di Kota Depok, Jawa Barat, mengalami penyusutan debit dan tinggi muka air (TMA) yang signifikan akibat musim kemarau panjang. Kondisi ini mulai melumpuhkan kinerja komponen utama operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta akibat mengeringnya sumber air baku utama.

Direktur Operasional PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Sudirman, mengungkapkan bahwa kemarau ekstrem telah menyebabkan tinggi muka air menyusut antara 70 hingga 90 persen. Dampaknya tidak hanya pada ketersediaan air, tetapi juga mulai merusak komponen fisik infrastruktur perusahaan.

“Keringnya Sungai Ciliwung melumpuhkan kinerja komponen utama operasional PDAM Tirta Asasta,” ujar Sudirman pada Rabu (14/10/2026).

Kondisi Kritis Komponen Intake

Sudirman menjelaskan bahwa Sungai Ciliwung merupakan urat nadi bagi pasokan air di Depok, karena menyuplai sekitar 90 persen kebutuhan air baku warga. Saat ini, debit air telah menyentuh level kritis yang memicu kendala fungsional pada bak penangkap air atau intake.

Akibat tinggi muka air sungai berada jauh di bawah ambang batas normal, komponen intake tidak dapat berfungsi maksimal. Untuk menyiasati hal tersebut, petugas di lapangan terpaksa melakukan langkah darurat secara manual.

“Di beberapa titik instalasi, petugas kami terpaksa melakukan modifikasi manual menggunakan tumpukan karung pasir untuk membendung dan menaikkan permukaan air agar air sungai yang tersisa tetap bisa mengalir masuk ke saluran intake,” imbuhnya.

Selain masalah debit, penurunan volume air yang drastis juga meningkatkan risiko fenomena kavitasi pada pompa intake. Untuk mencegah kerusakan mesin yang lebih parah, operasional pompa kini harus disesuaikan secara ketat.

Layanan Pelanggan dan Imbauan Hemat Air

Meski kondisi di hulu Sungai Ciliwung sangat memprihatinkan, Sudirman memastikan bahwa sejauh ini layanan air bersih kepada sekitar 100 ribu pelanggan perpipaan di Kota Depok belum terdampak secara langsung. Ia menyebut tinggi muka air baku masih dalam taraf aman untuk distribusi saat ini.

Namun, sebagai langkah antisipasi, PDAM Tirta Asasta mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat mulai menghemat penggunaan air bersih, terutama bagi sektor usaha yang menggunakan air dalam volume besar.

“Kami meminta masyarakat, terutama pedagang ikan air tawar dan ayam potong di pasar tradisional, melakukan penghematan pemakaian air agar tidak memberatkan tagihan. Kami anjurkan pelanggan menampung air secukupnya saat aliran masih lancar sebagai antisipasi potensi gangguan layanan,” tegas Sudirman.

Harapan Pembangunan Tanggul Beton

Kondisi kekeringan ini telah mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) dilaporkan telah meninjau lokasi untuk memantau kualitas mutu air serta dampak penurunan debit terhadap pasokan air baku.

Pihak PDAM Tirta Asasta berharap kunjungan tersebut membuahkan solusi jangka panjang bagi ketahanan air di Kota Depok. “Kami sangat berharap Kementerian PU membangun bendungan atau tanggul beton untuk menampung kapasitas debit air Sungai Ciliwung agar produktivitas PDAM tetap normal,” pungkasnya. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *