Pimpinan Baru BNPB Targetkan Percepatan Penanganan Karhutla dengan Manfaatkan Data Satelit
Ilustrasi(Dok BPBD Ponorogo)

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru dilantik, Letjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Ia menargetkan proses pemadaman dan penanganan darurat dapat dirampungkan secepat mungkin demi meminimalisasi dampak buruk bagi masyarakat.

“Targetnya as soon as possible, secepat mungkin. Jadi, jangan sampai, karena kan rakyat sudah berdampak,” ujar Kristomei saat ditemui di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10).

Mantan Pejabat Mabes TNI tersebut menekankan pentingnya respons cepat dalam menghadapi situasi darurat bencana. Menurutnya, tindakan penanganan bencana kini dituntut beroperasi dalam hitungan menit guna mencegah munculnya korban jiwa.

“Responsif itu hitungannya bukan jam, menit. Jadi, kita harus itu yang akan kita evaluasi ke depan ya, sehingga tidak ada lagi korban-korban yang sia-sia,” kata Kristomei.

Rencana Aksi dan Konsolidasi BNPB

Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Kristomei berencana langsung mendatangi titik-titik lokasi karhutla pascakonsolidasi internal bersama jajaran struktural BNPB. Langkah lapangan ini dipandang krusial agar strategi penanganan berjalan optimal dan terarah.

“Segera. Kan tadi saya bilang hitungannya menit, bukan jam,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa upaya mengatasi karhutla memerlukan kerja sama lintas sektor. BNPB tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan sinergis dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, hingga partisipasi aktif elemen masyarakat.

Pemanfaatan Data Satelit dan Evaluasi Bantuan

Mengenai peluang pelibatan bantuan internasional, Kristomei menjelaskan pihak BNPB bakal melakukan pemetaan (mapping) terhadap kapasitas dan sumber daya dalam negeri terlebih dahulu, baik di tingkat daerah maupun pusat.

Di samping itu, akurasi data wilayah terdampak juga menjadi fokus utama. Pihaknya akan menyinkronkan data pemantauan luas kebakaran dari sistem satelit Sipongi milik KLHK serta pemantauan satelit NASA.

“Saya cek dulu data fakta yang ada saat ini berdasarkan satelit, satelit Sipongi kan ada tuh. Kemudian hasil pantauan NASA juga. Berapa sih luasan yang sebenarnya itu? Kan itu bisa dihitung, gitu loh. Dan dampaknya apa? Gitu,” tuturnya.

Di akhir penjelasannya, Kristomei menegaskan kembali fokus utama institusinya dalam menanggulangi bencana karhutla.

“Yang paling penting adalah jangan sampai ada korban. Itu loh yang pertama,” ucapnya.

Untuk diketahui, Letjen TNI Kristomei Sianturi resmi menjabat sebagai Kepala BNPB usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis (15/10), menggantikan pejabat sebelumnya, Letjen Suharyanto. (Ant/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *