Alasan Tidur Lama saat Weekend Justru Bikin Badan Makin Lelah
ilustrasi(Magnific)

BANYAK orang meyakini bahwa menghabiskan waktu lebih lama di atas tempat tidur saat akhir pekan merupakan cara jitu untuk melunasi “utang tidur” akibat kesibukan selama hari kerja. Namun, dunia sains membuktikan bahwa strategi ini menyimpan perangkap biologis yang kerap diabaikan.

Meskipun tidur tambahan dapat meredakan rasa lelah akut sesaat, penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut gagal memulihkan konsekuensi metabolik dan hormonal yang telanjur terganggu akibat pergeseran jadwal.

Dampak dari Pergeseran Jadwal Tidur

Penelitian terkait pola tidur mengungkapkan sejumlah fakta penting mengenai dampak catch-up sleep:

  • Gangguan Metabolik yang Menetap: Bahkan setelah tidur berjam-jam lebih lama di akhir pekan, penanda penting seperti sensitivitas insulin dan regulasi kalori harian tidak otomatis kembali normal. Tubuh tetap mengalami pergeseran sirkadian.
  • Lonjakan Gejala Depresi dan Suasana Hati: Tinjauan ilmiah tahun 2025 menunjukkan korelasi erat antara social jet lag dan peningkatan gejala depresi. Pergeseran waktu tidur sekecil dua jam saja sudah cukup untuk mengacaukan stabilitas emosi dan fungsi kognitif.
  • Problem “Malam Minggu” yang Brutal: Akibat pergeseran produksi hormon melatonin, Anda akan kesulitan tidur pada Minggu malam. Saat alarm Senin pagi berbunyi, tubuh berada dalam kondisi kurang tidur yang sesungguhnya diciptakan oleh pola tidur akhir pekan Anda sendiri.

Konsistensi di Atas Durasi

Para ahli kesehatan tidur menyarankan agar masyarakat tidak berlebihan mengubah jam bangun di akhir pekan. Menjaga selisih waktu bangun dalam rentang satu jam dari jadwal hari kerja, serta mendapatkan paparan cahaya matahari pagi secara konsisten, jauh lebih efektif menjaga kestabilan energi ketimbang tidur siang-siang di hari Sabtu dan Minggu.

(The Garden Magazine/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *